Investigasi Jurnalis Prancis: Maldini Dipecat AC Milan karena Menolak Orang Dalam Cardinale 

Paolo Maldini
Paolo Maldini Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Paolo Maldini bukan sekadar kehilangan jabatan di AC Milan.

Di balik pemecatan legenda Rossoneri itu, investigasi Romain Molina mengungkap dugaan konflik besar dengan Gerry Cardinale soal siapa yang seharusnya memegang kendali keputusan olahraga klub.

Molina menyoroti benturan antara pendekatan bisnis RedBird Capital dan pandangan Maldini mengenai pengelolaan sepak bola.

Baca Juga:Fabio Liverani: Hormati Keputusan Gattuso Menolak Mauro IcardiItalia vs Belgia: Van Bommel Kenang Momen Scudetto Bersama AC Milan di Olimpico

Menurut rekonstruksi jurnalis Prancis tersebut, Cardinale ingin membawa lebih banyak figur dari dunia finansial ke dalam struktur olahraga Milan.

Maldini disebut menolak gagasan itu karena tidak ingin keputusan teknis sepak bola ditentukan oleh orang-orang yang datang dari dunia keuangan.

Konflik tersebut akhirnya mencapai titik didih pada musim panas 2023.

Pada periode yang sama ketika hubungan Cardinale dengan Alec Scheiner, mantan orang kepercayaannya di investasi olahraga, berakhir, Maldini juga harus meninggalkan Milan.

Investigasi Molina terhadap RedBird Capital dipublikasikan melalui video berdurasi sekitar 25 menit di kanal YouTube miliknya.

Molina sebelumnya dikenal melalui sejumlah investigasi untuk The Guardian, The New York Times, dan BBC.

Sorotan utamanya adalah bagaimana RedBird, perusahaan investasi yang didirikan Cardinale pada 2014 dan menjadi pemilik Milan sejak 2022, menjalankan bisnisnya di dunia olahraga.

Salah satu bagian paling menarik dari investigasi Molina adalah rekonstruksi keretakan hubungan Cardinale dan Maldini.

Baca Juga:Inter Milan Raup Keuntungan Rp454 Miliar Meski Gagal Total di Liga ChampionsIntip Debut Klopp Bersama Timnas Jerman: Ditahan Belanda 1-1, Lini Belakang Masih Rapuh

Setelah mengambil alih Milan pada 2022 dengan nilai sekitar €1,2 miliar atau Rp24 triliun, Cardinale disebut ingin membangun struktur manajemen yang lebih banyak melibatkan orang-orang dari dunia finansial.

Nama Billy Beane menjadi salah satu contoh yang disorot Molina. Beane dikenal luas melalui pendekatan Moneyball dan kemudian terlibat dalam jaringan investasi olahraga RedBird.

Namun, menurut Molina, Maldini tidak menerima begitu saja pendekatan tersebut.

Mantan kapten Milan itu disebut bersikeras bahwa keputusan olahraga harus berada di tangan orang-orang yang memahami sepak bola, bukan dikendalikan oleh figur dari dunia finansial.

Perbedaan pandangan tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan antara Maldini dan Cardinale.

Pada musim panas 2023, hubungan keduanya berakhir dan Maldini kehilangan posisinya sebagai direktur Milan.

Dalam versi investigasi Molina, keputusan tersebut tidak dapat dilepaskan dari perbedaan filosofi pengelolaan klub: Cardinale membawa pendekatan investor ke Milan, sementara Maldini mempertahankan batas yang lebih tegas antara bisnis dan keputusan sepak bola.

0 Komentar