Italia vs Belgia: Van Bommel Kenang Momen Scudetto Bersama AC Milan di Olimpico

Mark van Bommel
Mark van Bommel  Foto: Tangkapan layar Instagram@markvanbommel16
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Mark van Bommel kembali ke Stadion Olimpico, Roma, bukan sekadar sebagai pelatih Timnas Belgia.

Stadion ini menyimpan kenangan istimewa bagi mantan gelandang AC Milan tersebut: tempat ia mengangkat trofi Scudetto bersama Rossoneri pada 2011.

Van Bommel akan kembali menginjakkan kaki di Olimpico ketika Belgia menghadapi Italia pada matchday pertama Grup A Liga Negara UEFA 2026–2027, Sabtu, 26 September 2026 pukul 01.45 WIB.

Baca Juga:Totti Tak Izinkan Dybala Pakai Nomor 10 di AS Roma: “Kalian Semua Idiot”Deco Ungkap Alasan Barcelona Gagal Rekrut Lautaro Martinez: Inter Langsung Tutup Pintu

Pertandingan ini sekaligus menjadi awal era baru bagi Belgia di bawah kepemimpinan Van Bommel.

Mantan gelandang asal Belanda itu dipercaya menggantikan Rudi Garcia sebagai juru taktik The Red Devils.

Bagi Van Bommel, Olimpico bukan stadion biasa. Pada 7 Mei 2011, ia berada di tempat yang sama ketika AC Milan memastikan gelar Serie A setelah bermain imbang 0-0 melawan AS Roma.

Milan saat itu dilatih Massimiliano Allegri. Van Bommel baru bergabung pada Januari 2011 setelah meninggalkan Bayern Munchen, tetapi kehadirannya langsung memberikan keseimbangan di lini tengah Rossoneri.

Ia menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Milan merebut Scudetto ke-18 sepanjang sejarah klub.

Kini, lebih dari 15 tahun kemudian, Van Bommel kembali ke Olimpico dengan status berbeda.

Ia tidak lagi menjadi pemain yang membantu Milan mengunci gelar, melainkan pelatih yang harus membawa Belgia menghadapi Italia.

Menjelang pertandingan, Van Bommel mengenang kembali periode singkatnya bersama Milan.

Baca Juga:Rodrigo Mora Bidik Scudetto Bersama AS Roma: “Kami Berada di Jalur yang Tepat”Ronaldo Tegas Tolak Pensiun dari Portugal:  Ada Pihak yang Sudah Bertahun-tahun Mencoba Membunuh Saya 

“Saya menjalani periode yang benar-benar indah di Milan. Memang singkat, tetapi kami bermain sangat baik dan memiliki skuad yang luar biasa. Di Olimpico, saya hanya bermain satu pertandingan dan kami memenangkan Scudetto. Semoga besok kami bisa mendapatkan hasil bagus lagi,” ujarnya.

Kenangan tersebut menjadi salah satu cerita menarik menjelang pertemuan Italia dan Belgia.

Van Bommel kini memiliki tantangan baru bersama Belgia. Ia mengakui tidak mudah mempersiapkan tim hanya dalam waktu tiga atau empat hari, tetapi dirinya sudah memiliki gambaran mengenai sepak bola yang ingin diterapkan.

“Kami ingin menguasai bola, mendominasi permainan dan mempertahankan penguasaan bola. Ini adalah awal dari era baru bagi kami. Kami akan menghadapi tim-tim nasional yang kuat, tetapi kami akan mencobanya. Italia juga memiliki masalah yang sama dengan kami,” kata Van Bommel.

0 Komentar