Inter Milan Raup Keuntungan Rp454 Miliar Meski Gagal Total di Liga Champions

Inter Milan
Skuad muda Inter Milan saat menghadapi Karlsruher FC  Foto: Tangkapan layar Instagram@inter 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Inter Milan tetap mampu meraup keuntungan Rp454 miliar meski gagal total di Liga Champions musim 2025/2026.

Nerazzurri menutup tahun finansial dengan laba bersih €22,7 juta atau sekitar Rp454 miliar, sebuah hasil yang kontras dengan perjalanan mereka di Eropa yang berakhir lebih cepat setelah tersingkir pada babak playoff melawan Bodo/Glimt.

Inter secara resmi menyetujui laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2026. Laba bersih €22,7 juta tersebut menjadi keuntungan untuk tahun kedua secara beruntun.

Baca Juga:Totti Tak Izinkan Dybala Pakai Nomor 10 di AS Roma: “Kalian Semua Idiot”Deco Ungkap Alasan Barcelona Gagal Rekrut Lautaro Martinez: Inter Langsung Tutup Pintu

Pencapaian finansial itu terasa menarik karena musim Inter berjalan dalam dua wajah yang berbeda.

Di Italia, Nerazzurri justru menjalani musim yang sukses dengan meraih double Scudetto dan Coppa Italia.

Di kompetisi Eropa, situasinya berbanding terbalik. Inter gagal melangkah ke Fase Liga Liga Champions setelah disingkirkan Bodo/Glimt pada babak playoff.

Kegagalan tersebut menjadi kontras tajam jika dibandingkan dengan musim sebelumnya ketika Inter, di bawah Simone Inzaghi, mampu mencapai final Liga Champions.

Pendapatan Inter pada musim 2025/2026 mencapai €518 juta atau sekitar Rp10,36 triliun.

Angka tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan rekor €567 juta atau Rp11,34 triliun pada musim sebelumnya.

Penurunan itu cukup mudah dipahami karena musim sebelumnya Inter mendapatkan tambahan pemasukan besar dari perjalanan mereka hingga final Liga Champions serta partisipasi di Piala Dunia Antarklub FIFA.

Baca Juga:Rodrigo Mora Bidik Scudetto Bersama AS Roma: “Kami Berada di Jalur yang Tepat”Ronaldo Tegas Tolak Pensiun dari Portugal:  Ada Pihak yang Sudah Bertahun-tahun Mencoba Membunuh Saya 

Meski pendapatan menurun, klub tetap berhasil mempertahankan kondisi keuangan yang positif.

Salah satu faktor pentingnya adalah penurunan biaya produksi sekitar €20 juta atau Rp400 miliar, setara dengan sekitar 4 persen.

Beban keuangan juga mengalami penurunan hampir 50 persen menjadi sekitar €19 juta atau Rp380 miliar.

Penurunan tersebut terutama berkaitan dengan proses refinancing yang dilakukan klub.

Dari sisi bisnis, Inter juga mencatat perkembangan positif. Pendapatan komersial meningkat 7 persen, terutama berkat pertumbuhan sektor merchandise melalui kerja sama dengan Fanatics.

Pendapatan pada hari pertandingan juga mengalami peningkatan berdasarkan rata-rata pemasukan per pertandingan.

Selain itu, pemasukan dari aktivitas jual beli pemain bertambah €11 juta atau sekitar Rp220 miliar.

0 Komentar