Inter Milan Raup Keuntungan Rp454 Miliar Meski Gagal Total di Liga Champions

Inter Milan
Skuad muda Inter Milan saat menghadapi Karlsruher FC  Foto: Tangkapan layar Instagram@inter 
0 Komentar

Sementara itu, amortisasi dan penurunan nilai hak pemain jangka panjang berkurang €8 juta atau sekitar Rp160 miliar.

Kombinasi sejumlah faktor tersebut membantu Inter menjaga neraca keuangan tetap sehat meski pemasukan secara keseluruhan turun dari musim sebelumnya.

Kondisi ekuitas grup juga menunjukkan perubahan signifikan. Setelah sebelumnya berada di posisi negatif €12 juta atau sekitar minus Rp240 miliar pada musim 2024/2025, ekuitas Inter kembali positif sebesar €10,4 juta atau sekitar Rp208 miliar.

Baca Juga:Totti Tak Izinkan Dybala Pakai Nomor 10 di AS Roma: “Kalian Semua Idiot”Deco Ungkap Alasan Barcelona Gagal Rekrut Lautaro Martinez: Inter Langsung Tutup Pintu

Inter juga terus melakukan investasi terhadap infrastruktur klub. Salah satunya melalui pengembangan Inter Training Center di Appiano Gentile serta Konami Women & Talent Center Interello.

Di saat bersamaan, manajemen memperluas skuad untuk menghadapi tuntutan kompetisi musim berikutnya.

Inter tetap harus bersaing di Serie A sebagai juara Italia sekaligus menghadapi tantangan untuk kembali tampil di Liga Champions.

Klub juga mencatat kerja sama komersial baru dengan BBVA sebagai bagian dari strategi meningkatkan sumber pendapatan di luar lapangan.

Laporan keuangan tersebut menunjukkan bahwa kegagalan Inter di Liga Champions tidak langsung mengguncang fondasi finansial klub.

Bahkan ketika perjalanan Eropa berakhir mengecewakan, Nerazzurri tetap mampu mencatat laba €22,7 juta.

Kontras antara performa di lapangan dan laporan keuangan itu menjadi salah satu gambaran penting mengenai kondisi Inter saat ini.

Baca Juga:Rodrigo Mora Bidik Scudetto Bersama AS Roma: “Kami Berada di Jalur yang Tepat”Ronaldo Tegas Tolak Pensiun dari Portugal:  Ada Pihak yang Sudah Bertahun-tahun Mencoba Membunuh Saya 

Gagal total di Liga Champions tidak membuat klub keluar dari jalur finansial positif. Sebaliknya, Inter tetap menutup musim dengan keuntungan Rp454 miliar dan ekuitas yang kembali positif.

0 Komentar