Pengangguran Masih Tinggi, Pemkot Tasikmalaya Kirim Delapan Pencari Kerja ke Jepang

program kerja ke Jepang Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan saat melepas delapan warga yang mengikuti program beasiswa pelatihan sekaligus penempatan kerja ke Jepang di Gedung PPIK, Jumat (24/7/2026). prokopim for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sulitnya menyerap tenaga kerja di dalam daerah membuat Pemerintah Kota Tasikmalaya memilih jalur lain.

Delapan warga diberangkatkan mengikuti program beasiswa pelatihan sekaligus penempatan kerja ke Jepang sebagai langkah cepat menekan angka pengangguran terbuka.

Program tersebut dilepas langsung Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan di Gedung PPIK, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga:Program KEJAR Sumedang Cetak 4.761 Rekening Pelajar, OJK Dorong Inklusi Keuangan Sejak DiniJNE Content Competition 2026 Catat 5.273 Karya, Kompetisi Kreatif Anak Bangsa Makin Kompetitif

Menurutnya, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri menjadi solusi yang realistis di tengah terbatasnya pertumbuhan lapangan kerja di Kota Tasikmalaya.

“Ini adalah solusi tercepat untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka Kota Tasikmalaya,” ujar Viman kepada wartawan.

Ia menyebut delapan peserta merupakan angkatan perdana atau pilot project dari target sekitar 52 hingga 55 peserta yang akan diberangkatkan secara bertahap.

Sebelum bekerja di Jepang, peserta harus menjalani pelatihan bahasa Jepang dan peningkatan keterampilan selama enam hingga sepuluh bulan.

Setelah mengantongi sertifikat kompetensi dan bahasa, mereka akan ditempatkan bekerja di Jepang.

Viman mengatakan para peserta akan bekerja sama dengan perusahaan ritel Dekoku Ten di Kota Okayama yang mengelola sekitar 250 supermarket.

Pemerintah Kota memastikan proses penempatan dilakukan melalui jalur resmi sehingga hak-hak pekerja tetap terlindungi.

Baca Juga:Tiga Anak Hilang Ditemukan Selamat, Hari Anak Nasional Jadi Momentum Perkuat Pengawasan Orang TuaKKN Tematik UMB Dorong Solusi Sampah Berbasis Teknologi, Mahasiswa Ditantang Jadi Agen Perubahan

“Mereka mendapatkan gaji sekitar Rp20 juta sampai Rp29 juta per bulan. Kami pastikan pekerjaannya jelas dan legal,” katanya.

Ia optimistis remitansi dari para pekerja dapat ikut menggerakkan perekonomian Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, jika setiap pekerja rutin mengirimkan Rp5 juta hingga Rp10 juta setiap bulan kepada keluarga di kampung halaman, maka akan terjadi perputaran uang yang berdampak pada ekonomi masyarakat.

Namun di balik optimisme itu, Viman mengakui kondisi pasar kerja di Kota Tasikmalaya belum mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Pertumbuhan industri dinilai belum cukup cepat untuk mengimbangi jumlah pencari kerja setiap tahun.

“Tidak semua perusahaan tiba-tiba membutuhkan puluhan tenaga kerja. Bahkan hari ini masih ada perusahaan yang melakukan PHK,” ungkapnya.

Pernyataan itu menjadi isyarat bahwa pekerjaan rumah terbesar pemerintah bukan hanya mengirim tenaga kerja ke luar negeri, tetapi juga mempercepat lahirnya investasi dan industri baru di dalam daerah.

0 Komentar