Limbah IPAL TPA Ciangir Tasikmalaya Diduga Bocor, Mencemari Sungai dan Kolam Ikan

Limbah ipal TPA Ciangir Tasikmalaya
Kondisi kolam ikan warga yang diduga tercemar limbah dari IPAL TPA Ciangir Kota Tasikmalaya. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dugaan kebocoran air lindi atau leachate dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) TPA Ciangir kembali dikeluhkan warga. Sejumlah kolam ikan dan aliran sungai di Kampung Sinargalih, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, disebut berubah menjadi hitam pekat dalam beberapa hari terakhir.

‎‎Warga menduga perubahan warna air tersebut berasal dari aliran air lindi TPA Ciangir. Kondisi itu juga dikhawatirkan berdampak terhadap kolam budidaya ikan hingga sumber air warga.

‎Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, setelah dilakukan pengecekan terdapat pipa dari arah TPA yang mengalirkan air berwarna hitam ke area kolam dan saluran sungai. “Airnya hitam banget, ikan-ikan juga pada mabok. Walaupun yang sekarang gak separah seperti kejadian yang sebelumnya,” kata warga tersebut, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga:Amir Mahpud: Gunting Pita Bukan Garis Finish!Di Kota Tasikmalaya, Oktober Diprediksi Masih Kering

‎Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya H Sandi Lesmana menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan distribusi debit air di sekitar TPA Ciangir. Menurut dia, terdapat dua kelompok warga yang selama ini memanfaatkan aliran air dari kawasan TPA.

“Di TPA itu ada dua kelompok pemakai air. Yang pertama penduduk di bawah TPA, depan pabrik plastik. Satu lagi di ujung sepanjang saluran Sungai Cipajaran,” ujar Sandi, Rabu (23/9/2026).

‎Sandi menerangkan, aliran dari bagian ujung sebenarnya sudah dialihkan menggunakan jaringan perpipaan. Namun, pembagian debit airnya belum berjalan secara optimal.

‎Kondisi tersebut, kata dia, dapat menyebabkan air yang keluar terlihat lebih pekat. Terlebih, saat kondisi cuaca kering dan panas seperti sekarang, konsentrasi air dapat meningkat.

“Sudah di-treatment dan disaring. Cuma kondisinya mungkin air kering, sehingga terjadi akumulasi kepekatan dan lain sebagainya. Karena memuai oleh panas, air bisa lebih pekat,” jelasnya.

‎Dia memastikan, proses pengolahan air lindi di TPA Ciangir tetap dilakukan. Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, kadar air disebut mengalami penurunan dan berada dalam kondisi aman.

‎Sandi juga menyebutkan, aliran yang muncul relatif kecil dan radius penyebarannya tidak jauh, baik yang berasal dari Sungai Cipajaran maupun dari sistem IPAL. “Radius tidak sampai jauh, debit sedikit, baik dari Sungai Cipajaran maupun dari IPAL,” katanya.

0 Komentar