Terkait laporan adanya ikan yang mati, DLH masih melihat faktor lain yang mungkin memengaruhi kondisi tersebut. Sebab, di sejumlah kolam warga masih ditemukan ikan yang tetap hidup.
“Kemarin ada laporan ikan mati. Kami memprediksi lebih ke faktor alam, cuaca kering begini. Tapi kolam warga masih hidup ikan-ikannya,” ungkapnya.
Sebagai langkah penyelesaian, DLH bersama aparatur wilayah dan warga telah melakukan musyawarah. Salah satu solusi yang disiapkan yakni mengatur kembali pembagian debit air agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:Amir Mahpud: Gunting Pita Bukan Garis Finish!Di Kota Tasikmalaya, Oktober Diprediksi Masih Kering
Sandi mengatakan, warga juga menyampaikan keinginan agar aliran air lindi yang telah melalui proses pengolahan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan persawahan, karena dianggap memiliki kandungan yang dapat mendukung pemupukan.
“Kalau memang itu yang dibutuhkan, insyaallah kita follow up. Faktor lindinya sudah ditreatment. Faktor pembagian air untuk kebutuhan warga harus diseimbangkan,” tuturnya.
Menurut Sandi, persoalan distribusi juga dipengaruhi minimnya debit pada saluran induk Cipajaran. Kondisi tersebut turut memperparah pembagian air ke wilayah yang selama ini memanfaatkannya. “Saluran induk Cipajaran kurang debit, sehingga memperparah pendistribusian airnya,” pungkas Sandi.(Firgiawan)
