KKN Tematik UMB Dorong Solusi Sampah Berbasis Teknologi, Mahasiswa Ditantang Jadi Agen Perubahan

KKN Tematik Universitas Mayasari Bakti
Launching KKN Tematik Universitas Mayasari Bakti Tahun Akademik 2025/2026 dihadiri sejumlah tamu undangan dari Pemkot Tasikmalaya juga dari DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (20/7/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Universitas Mayasari Bakti (UMB) resmi menerjunkan 108 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026 di enam kelurahan wilayah Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Mengusung tema Universitas Mayasari Bakti Berbakti untuk Negeri, program ini difokuskan untuk menjawab berbagai persoalan strategis masyarakat, terutama penanganan sampah berbasis teknologi.

Launching KKN Tematik digelar di Kampus Universitas Mayasari Bakti, Jalan Tamansari No. 210, Senin (20/7/2026), dihadiri unsur Pemerintah Kota Tasikmalaya, DPRD, serta para pemangku kepentingan di Kecamatan Tamansari.

Baca Juga:PKB Kota Tasikmalaya Terus Perkuat Akar Rumput, Target Menang Pileg 2029Korsleting Listrik SDN Citapen Jadi Alarm, Wali Kota Tasikmalaya Minta Audit Instalasi Sekolah Tua

Rektor Universitas Mayasari Bakti, Dr. Yusuf Abdullah, SE., MM., menegaskan mahasiswa tidak cukup hanya hadir menjalankan kewajiban akademik.

Mereka harus mampu mendengar persoalan masyarakat, lalu menghadirkan solusi yang berdampak dan berkelanjutan.

UMB, kata dia, telah menyusun road map penanganan sampah sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Salah satu tantangan yang diberikan kepada mahasiswa adalah merancang inovasi digital untuk pengelolaan sampah.

“Kami menantang mahasiswa membuat aplikasi yang dapat digunakan dalam penanganan sampah organik maupun nonorganik. Ke depan kami membayangkan hadir kendaraan otomatis pengangkut sampah yang bisa menjangkau gang sempit, hingga sistem pelaporan sampah yang terintegrasi dan mudah digunakan masyarakat,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan, selama menjalankan KKN mahasiswa wajib menjaga integritas akademik, profesionalisme, empati sosial, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan dosen pembimbing.

Menurut Yusuf, KKN Tematik merupakan etalase kualitas lulusan UMB di tengah masyarakat.

Baca Juga:Kebakaran SDN Citapen Tasikmalaya! Diduga Korsleting Listrik, Gudang Ludes dan Dua Kelas Dialihkan DaringOJK Setujui Merger BPRS Rizky Barokah, Industri BPR Syariah Diperkuat Hadapi Tantangan Bisnis

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi amanah pengabdian. Mahasiswa menjadi wajah Universitas Mayasari Bakti yang harus mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB, Liana Dewi SPd., MAk., menjelaskan sebanyak 108 mahasiswa berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Vokasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Hukum.

Selama KKN, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang menyentuh isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah, kesehatan reproduksi, keagamaan, kepemudaan hingga pemberdayaan sosial.

Menurutnya, KKN menjadi ruang belajar langsung agar mahasiswa memahami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat, sehingga saat lulus mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.

0 Komentar