TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kebakaran yang melanda SDN Citapen, Kota Tasikmalaya, Selasa sore (21/7/2026), tak hanya menjadi insiden yang mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu kini menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mengevaluasi kondisi instalasi listrik di sekolah-sekolah yang telah berusia tua.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan yang meninjau langsung lokasi kebakaran memastikan penanganan darurat berlangsung cepat.
Baca Juga:Kebakaran SDN Citapen Tasikmalaya! Diduga Korsleting Listrik, Gudang Ludes dan Dua Kelas Dialihkan DaringOJK Setujui Merger BPRS Rizky Barokah, Industri BPR Syariah Diperkuat Hadapi Tantangan Bisnis
Ia mengapresiasi respons petugas pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang berhasil tiba sesuai standar pelayanan minimal (SPM).
“Respon Damkar sangat baik. Kurang lebih 10 menit sudah tiba di lokasi, masih di bawah SPM 15 menit,” ujar Viman.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempercepat perbaikan bangunan yang terdampak menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Ia menegaskan proses rehabilitasi tidak boleh berlarut-larut agar kegiatan belajar mengajar siswa tidak terganggu di awal tahun ajaran baru.
“Jangan sampai proses perbaikan lama sehingga mengganggu kegiatan belajar. Anak-anak sedang semangat memulai tahun ajaran baru,” tegasnya.
Namun, perhatian pemerintah tidak berhenti di SDN Citapen. Viman meminta seluruh sekolah, khususnya SD dan SMP negeri di Kota Tasikmalaya, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi mekanikal dan elektrikal bangunan.
Menurut dia, banyak gedung sekolah yang telah berusia puluhan tahun sehingga berpotensi mengalami penurunan kualitas instalasi listrik apabila tidak dilakukan pemeriksaan berkala.
Baca Juga:Relokasi TPS Dadaha Terkendala Lahan, DLH Kota Tasikmalaya Bidik Aset PemprovKata Tokoh Pemuda, Untung 5 Persen untuk Vendor Parkir di Kota Tasikmalaya Tak Rasional
“Kita harus memastikan mechanical electrical di sekolah-sekolah masih layak. Jangan sampai ada potensi korsleting yang memicu kebakaran seperti yang terjadi di SDN Citapen,” katanya.
Selain audit instalasi listrik, Viman juga meminta BPBD Kota Tasikmalaya memperluas program edukasi kesiapsiagaan bencana ke seluruh sekolah.
Sosialisasi tersebut dinilai penting agar guru maupun siswa memahami langkah penyelamatan diri ketika menghadapi kondisi darurat.
“Anak-anak dan guru jangan panik ketika terjadi kebakaran atau bencana lainnya. Karena itu mereka harus tahu apa yang harus dilakukan melalui sosialisasi tanggap darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, mitigasi bencana harus dilakukan dari dua sisi sekaligus, yakni memastikan sumber daya manusia siap menghadapi keadaan darurat dan memastikan kondisi bangunan aman dari potensi bencana.
