Sebelumnya, kebakaran terjadi di gudang penyimpanan yang berada di selasar lantai dua SDN Citapen sekitar pukul 15.55 WIB.
Api diduga berasal dari korsleting listrik pada stop kontak yang berada di dekat tumpukan barang bekas mudah terbakar.
Beruntung, insiden terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga:Kebakaran SDN Citapen Tasikmalaya! Diduga Korsleting Listrik, Gudang Ludes dan Dua Kelas Dialihkan DaringOJK Setujui Merger BPRS Rizky Barokah, Industri BPR Syariah Diperkuat Hadapi Tantangan Bisnis
Akibat kebakaran tersebut, gudang penyimpanan beserta sebagian plafon dan konstruksi atap baja ringan mengalami kerusakan. Kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta.
Sementara itu, aktivitas belajar untuk dua kelas dialihkan sementara melalui pembelajaran daring sambil menunggu pemeriksaan keamanan bangunan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa instalasi listrik di bangunan sekolah tidak boleh sekadar berfungsi, tetapi juga harus rutin diawasi.
Sebab, percikan kecil akibat korsleting bisa berubah menjadi kobaran besar ketika bertemu tumpukan material yang mudah terbakar. (rezza rizaldi)
