Diky Candra Dorong Pelajar di Tasikmalaya Peduli Lingkungan Inklusif

Gerakan Pelajar Inklusif di Pondok Pesantren Amanah Muhammadiyah
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara saat menyampaikan materi dalam Workshop Kewirausahaan dan Launching Gerakan Pelajar Inklusif di Pondok Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya, Sabtu (19/9/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Semangat kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan pendidikan inklusif terus didorong supaya terwujud di kalangan generasi muda. Hal itu mengemuka dalam Workshop Kewirausahaan dan Launching Gerakan Pelajar Inklusif di Pondok Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya, Sabtu (19/9/2026).

‎‎Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting bagi pelajar untuk tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan kreativitas, keterampilan dan kemandirian.

‎‎“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik. Pelajar juga perlu diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, keterampilan, serta kemampuan berkolaborasi,” ujarnya.

Baca Juga:Dorong Pendidikan yang Adaptif, BNI dan Unpad Perkuat KolaborasiBNI Bikin Keseruan Jatinangor Music Fest Makin Lengkap

‎‎Melalui workshop kewirausahaan, para pelajar diharapkan mendapatkan pengalaman dan wawasan yang dapat menjadi bekal menghadapi tantangan di masa depan.

‎‎Diky juga mengapresiasi diluncurkannya Gerakan Pelajar Inklusif. Gerakan tersebut diharapkan menjadi wadah bersama bagi pelajar, satuan pendidikan, pemerintah dan berbagai pihak untuk membangun lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang.

‎‎Menurutnya, inklusivitas tidak cukup hanya menjadi sebuah konsep. Nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

‎‎“Kolaborasi menjadi penting agar nilai-nilai inklusivitas tidak hanya menjadi konsep, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

‎‎Diky berharap Gerakan Pelajar Inklusif dapat terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan. Dari gerakan tersebut, diharapkan lahir pelajar Kota Tasikmalaya yang kreatif, produktif, peduli dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.

‎‎Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjut dia, akan terus mendukung berbagai inisiatif positif yang melibatkan generasi muda. Terutama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, produktif dan berkelanjutan.(Firgiawan)

0 Komentar