Retribusi Kota Tasikmalaya Masih di Bawah 30 Persen, Viman: Sistem Sedang Ditata

retribusi Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penerimaan retribusi di Kota Tasikmalaya masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Hingga saat ini, realisasinya disebut masih berada di bawah 30 persen, sementara target penerimaan yang harus dikejar jauh lebih tinggi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya melakukan transformasi pengelolaan retribusi dan pajak daerah.

Baca Juga:Jalan Baru Flyover Sukanagara Kota Tasikmalaya Dikeluhkan Kumuh, Gotong Royong Jadi Solusi CepatHari Jadi Kota Tasikmalaya: Saat Sekda Bicara Hemat Wali Kota Bicara Manfaat, Kas Daerah Harus Selamat

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengakui, capaian retribusi masih berada di bawah 30 persen.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak lepas dari proses penataan sistem yang tengah dilakukan Pemkot Tasikmalaya.

“Ini kan momen di mana kita melakukan transformasi. Kita sedang menata memang,” kata Viman, Rabu (23/9/2026).

Ia menjelaskan, penataan tersebut mencakup perubahan kebiasaan, digitalisasi, sistem, hingga aturan baru dalam pengelolaan penerimaan daerah. Termasuk di dalamnya pola kerja dengan pihak ketiga.

Menurut Viman, perubahan sistem tersebut membutuhkan masa penyesuaian.

Imbasnya, akselerasi penerimaan retribusi dan pajak daerah untuk sementara belum bisa berjalan maksimal.

“Kalau ada perubahan sistem ini dampaknya pasti ada dulu penyesuaian di sana. Entah itu memang stagnan dan pasti akselerasi itu justru akan terhambat,” terangnya.

Viman menyebut kondisi tersebut saat ini juga terjadi pada sektor retribusi dan pajak daerah.

Baca Juga:Rumah Potong Ayam di Purbaratu Tasikmalaya Dibobol, Kerugian Ditaksir Rp70 JutaRSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Masuk Rencana Renovasi Kemenkes, Bukan Cuma Gedung yang Dibenahi

Namun, ia menegaskan proses transisi sistem tidak boleh dijadikan alasan untuk mengendurkan target penerimaan.

“Jangan jadi alasan untuk tidak tercapainya target,” tegasnya.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti katapel. Pemerintah, kata Viman, tengah menarik terlebih dahulu sistem yang ada agar ketika sudah siap dapat melesat lebih cepat.

“Ibaratnya kita ancang-ancang dulu. Seperti katapel, kita tarik dulu baru nanti akan berakselerasi kencang,” katanya.

Viman berharap setelah sistem baru berjalan dan seluruh mekanisme telah menyesuaikan, penerimaan retribusi maupun pajak daerah dapat mengalami percepatan.

“Ketika sistem itu sudah fit in, sudah bisa sesuai, bisa jalan, nanti akselerasi akan terjadi di sana,” tambahnya.

Dengan realisasi yang masih di bawah 30 persen, tantangan Pemkot Tasikmalaya kini bukan sekadar membangun sistem baru, tetapi memastikan transformasi tersebut benar-benar berujung pada peningkatan penerimaan.

0 Komentar