Program KEJAR Sumedang Cetak 4.761 Rekening Pelajar, OJK Dorong Inklusi Keuangan Sejak Dini

Program KEJAR Sumedang
Kolaborasi OJK Tasikmalaya dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang. istimewa for radartasik.id 
0 Komentar

SUMEDANG, RADARTASIK.ID – Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kabupaten Sumedang menunjukkan hasil signifikan.

Hingga Semester I 2026, program yang didorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang itu berhasil mencetak 4.761 rekening baru dengan total nominal tabungan mencapai Rp2,46 miliar.

Capaian tersebut menjadi indikator semakin luasnya akses layanan keuangan formal bagi pelajar, sekaligus memperkuat budaya menabung sejak usia dini sebagai fondasi literasi dan inklusi keuangan.

Baca Juga:JNE Content Competition 2026 Catat 5.273 Karya, Kompetisi Kreatif Anak Bangsa Makin KompetitifTiga Anak Hilang Ditemukan Selamat, Hari Anak Nasional Jadi Momentum Perkuat Pengawasan Orang Tua

Penguatan program dilakukan melalui Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Kebijakan ini mendorong seluruh peserta didik, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat memiliki rekening tabungan.

Tak hanya menggandeng perbankan, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga melibatkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

Melalui koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), implementasi program diperkuat dengan pendampingan hingga tingkat sekolah.

Salah satu strategi yang diterapkan yakni pembagian wilayah pendampingan sekolah agar proses koordinasi, pembukaan rekening, pemantauan hingga evaluasi capaian berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar.

Menurutnya, Program KEJAR tidak hanya bertujuan menambah jumlah rekening, tetapi juga membangun kemandirian finansial serta kemampuan mengelola keuangan sejak usia dini.

Baca Juga:KKN Tematik UMB Dorong Solusi Sampah Berbasis Teknologi, Mahasiswa Ditantang Jadi Agen PerubahanPKB Kota Tasikmalaya Terus Perkuat Akar Rumput, Target Menang Pileg 2029

“Keberhasilan Program KEJAR di Kabupaten Sumedang menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat inklusi keuangan,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Nofa menilai keberhasilan Sumedang lahir dari kombinasi kepemimpinan daerah, dukungan regulasi, keterlibatan TPAKD, sistem monitoring yang berjalan efektif, hingga kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan.

“Surat Edaran Bupati, pelibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah, hingga keterlibatan lembaga keuangan formal menjadi praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyebut Program KEJAR sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang mandiri secara finansial.

“Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan. Karena itu Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menjangkau seluruh peserta didik sejak PAUD hingga SMA/SMK serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung menjadi gerakan bersama di Kabupaten Sumedang,” tuturnya.

0 Komentar