Tiga Anak Hilang Ditemukan Selamat, Hari Anak Nasional Jadi Momentum Perkuat Pengawasan Orang Tua

tiga anak hilang ditemukan selamat
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra bersama Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto mengapresiasi Polsek Mangkubumi dan instansi lainnya yang sukses memulangkan tiga anak hilang, Kamis (23/7/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Misteri hilangnya dua anak perempuan asal Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya dan satu anak asal Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya akhirnya berakhir dengan kabar melegakan.

Seluruh anak yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat berkat respons cepat Polsek Mangkubumi Polres Tasikmalaya Kota bersama lintas instansi.

Momentum tersebut pun bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Rabu (23/7/2026), yang dijadikan pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan sekadar slogan seremonial.

Baca Juga:KKN Tematik UMB Dorong Solusi Sampah Berbasis Teknologi, Mahasiswa Ditantang Jadi Agen PerubahanPKB Kota Tasikmalaya Terus Perkuat Akar Rumput, Target Menang Pileg 2029

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Diky Candra menyebut keberhasilan menemukan ketiga anak itu sebagai “hadiah” Hari Anak Nasional bagi Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, kerja cepat aparat kepolisian dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap anak masih terjaga.

Diky pun mengapresiasi gerak cepat kolaborasi pihak kepolisian bersama TNI, kelurahan, kecamatan serta RT dan RW di Mangkubumi.

“Hari ini Kota Tasikmalaya mendapat hadiah yang tidak terduga,” ujarnya kepada Radar usai pertemuan di Mapolsek Mangkubumi.

“Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, anak-anak yang sempat menghilang berhasil ditemukan. Terima kasih kepada Pak Kapolres melalui Polsek Mangkubumi yang telah merespons cepat laporan masyarakat hingga seluruh anak ditemukan dengan selamat,” sambungnya.

Diky mengatakan, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), P2TP2A, puskesmas hingga layanan kesehatan lainnya telah menyiapkan pendampingan psikologis dan konseling bagi ketiga anak tersebut.

Langkah itu dilakukan untuk memulihkan kepercayaan diri mereka pascakejadian.

“Anak-anak tidak kami hadirkan karena masih harus mendapat pendampingan dan tetap menjalani aktivitas sekolah. Kami ingin mereka pulih secara psikologis terlebih dahulu,” katanya.

Baca Juga:Korsleting Listrik SDN Citapen Jadi Alarm, Wali Kota Tasikmalaya Minta Audit Instalasi Sekolah TuaKebakaran SDN Citapen Tasikmalaya! Diduga Korsleting Listrik, Gudang Ludes dan Dua Kelas Dialihkan Daring

Ia juga mengapresiasi spontanitas berbagai elemen yang terlibat, mulai dari kepolisian, pemerintah kecamatan dan kelurahan, RT/RW, hingga dunia usaha yang turut memberikan perhatian tanpa harus diminta.

“Ini menjadi barometer bagaimana semua unsur bisa bergerak bersama ketika ada persoalan anak. Semoga menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” ucapnya.

Diky turut mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama di tengah masifnya penggunaan media sosial.

0 Komentar