Sebab, mengurangi pengangguran lewat ekspor tenaga kerja memang dapat menjadi jalan keluar jangka pendek, tetapi pembangunan ekonomi daerah tetap membutuhkan penciptaan lapangan kerja di tanah sendiri.
Karena itu, Pemkot Tasikmalaya mengaku tetap menjalankan dua strategi secara bersamaan, yakni mendorong tumbuhnya investasi dan industri lokal sekaligus membuka akses kerja ke luar negeri.
Program ini diprioritaskan bagi pemuda dari keluarga kurang mampu yang memiliki prestasi dan lolos seleksi kemampuan bahasa serta keterampilan.
Baca Juga:Program KEJAR Sumedang Cetak 4.761 Rekening Pelajar, OJK Dorong Inklusi Keuangan Sejak DiniJNE Content Competition 2026 Catat 5.273 Karya, Kompetisi Kreatif Anak Bangsa Makin Kompetitif
Pemkot juga berencana mengintegrasikan program tersebut dengan SMA, SMK hingga Sekolah Rakyat agar lulusan yang memenuhi syarat dapat langsung mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja Jepang.
Viman menegaskan setiap pelatihan yang diselenggarakan pemerintah harus berorientasi pada penempatan kerja.
“Jangan sampai setelah dilatih malah tetap menganggur. Setiap pelatihan harus berujung pekerjaan,” tegasnya. (rezza rizaldi)
