Serie A, Premier League, La Liga dan Bundesliga Kompak Lawan Infantino

Gianni Infantino
Gianni Infantino  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifa 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Serie A, Premier League, La Liga dan Bundesliga bersatu menyuarakan perlawanan terhadap model tata kelola FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino.

Empat liga elite Eropa tersebut menuntut reformasi mendalam agar kekuasaan di tubuh FIFA tidak terlalu terkonsentrasi pada posisi presiden.

Dalam pernyataan bersama, empat kompetisi domestik terbesar Eropa itu menilai para pemangku kepentingan sepak bola selama ini memiliki ruang yang terlalu terbatas dalam proses pengambilan keputusan FIFA, termasuk keputusan yang secara langsung berdampak terhadap kompetisi domestik.

Baca Juga:Manchester City Terancam Ditendang dari Liga Inggris: 114 dari 115 Tuduhan Financial Fair Play Terbukti?Investigasi Jurnalis Prancis: Maldini Dipecat AC Milan karena Menolak Orang Dalam Cardinale 

Meski nama Infantino tidak disebut secara langsung, sorotan tersebut jelas mengarah pada struktur kekuasaan di FIFA dan posisi presiden yang dinilai memiliki pengaruh sangat besar dalam berbagai aspek organisasi.

Kritik tersebut muncul setelah FIFA menarik kembali proyek FIFA Forward Enterprise. Bagi Serie A, Premier League, La Liga dan Bundesliga, persoalannya tidak berhenti pada proyek tersebut.

Mereka menilai ada masalah yang lebih mendasar terkait bagaimana FIFA menjalankan organisasi dan mengambil keputusan yang berdampak luas terhadap sepak bola profesional.

Dalam pandangan mereka, konsentrasi kewenangan yang terlalu besar pada kepemimpinan FIFA berpotensi membuat federasi, liga, klub serta pemain memiliki pengaruh yang tidak sebanding dengan dampak keputusan yang harus mereka jalankan.

Salah satu persoalan yang kembali disorot adalah kalender internasional.

Pada Oktober 2024, sejumlah liga Eropa bahkan telah mengajukan keluhan kepada Komisi Eropa terkait dugaan penyalahgunaan posisi dominan FIFA dalam pengaturan kalender sepak bola internasional.

Kini, empat liga tersebut kembali mendorong perubahan struktural.

Ada tiga tuntutan utama yang disampaikan dalam seruan reformasi tersebut.

Pertama, mereka menginginkan pembentukan badan permanen yang mewakili para pemangku kepentingan sepak bola.

Badan itu diharapkan melibatkan federasi, liga, klub serta pemain, baik sepak bola pria maupun wanita.

Baca Juga:Fabio Liverani: Hormati Keputusan Gattuso Menolak Mauro IcardiItalia vs Belgia: Van Bommel Kenang Momen Scudetto Bersama AC Milan di Olimpico

Badan tersebut tidak hanya menjadi forum konsultasi, tetapi harus memiliki peran nyata dalam pembahasan kalender, kompetisi dan persoalan ketenagakerjaan.

Kedua, setiap proposal besar FIFA yang berdampak terhadap sepak bola harus didukung data publik, alasan yang jelas serta penilaian dampak independen.

0 Komentar