Kebakaran di Pangandaran Bulan September Malah Lebih Banyak

kebakaran pangandaran
Sebuah lahan di Pangandaran alami kebakaran, belum lama ini. (Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Musim kemarau panjang memicu puluhan kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Pangandaran, hingga akhir bulan Agustus 2026. Meskipun digencarkan sosialisasi, di bulan September jumlahnya malah lebih banyak.

Menurut data Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangandaran, setidaknya ada 29 kejadian kebakaran lahan tercatat sepanjang bulan September 2026 hingga Jumat (25/9/2026).

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Ade Soed, mengatakan sebagian besar kebakaran terjadi di lahan perkebunan dan kawasan perbukitan. “Pada bulan September sekarang sudah ada 29 titik kejadian kebakaran, sementara di bulan Agustus, ada 20 kali kelbakaran,” katanya.

Baca Juga:Digitalisasi Parkir Tepi Jalan di Kota Tasikmalaya Terhambat Sinyal dan Jukir LiarTim Penataan Dadaha Tasikmalaya Berjalan Tanpa Pimpinan

Bulan September ini dinilai menjadi satu periode dengan frekuensi kebakaran yang cukup tinggi di Kabupaten Pangandaran, bahkan melebihi bulan Agustus.

Sebagian kebakaran dapat ditangani langsung oleh masyarakat menggunakan peralatan seadanya. Misalnya, warga menggunakan ranting pohon untuk membantu memadamkan api.

“Yang menjadi kendala untuk pemadaman kobaran api yaitu akses menuju titik lokasi yang mengalami kebakaran. Karena banyak juga terjadi di area perbukitan. Kalau dekat pemukiman, itu bisa terjangkau,” katanya.

Menyusul tingginya kejadian kebakaran lahan, Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat diminta tidak membakar rumput atau sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di lokasi yang mudah terbakar.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar