SPA Sampah Dadaha Ditutup Permanen! Bau Sampah Jadi Alarm Buruk Tata Kelola Kawasan Ikon Kota Tasikmalaya

SPA Dadaha ditutup permanen 
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat meninjau langsung eks SPA Dadaha, Sabtu (25/7/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Penutupan SPA membuat distribusi sampah dialihkan ke sejumlah lokasi penampungan lain, yakni Balewiwitan, Taman Harapan, Cikalang dan Depo Mayasari.

Volume sampah yang sebelumnya masuk ke SPA Dadaha mencapai sekitar enam rit atau setara 36 hingga 40 meter kubik setiap hari.

Kini beban tersebut dibagi secara proporsional ke beberapa titik agar tidak menumpuk di satu lokasi.

Baca Juga:HMI Cabang Tasikmalaya Kembali Bergejolak! Didemo Kader, Regenerasi Diduga MandekPengangguran Masih Tinggi, Pemkot Tasikmalaya Kirim Delapan Pencari Kerja ke Jepang

Selain itu, DLH memaksimalkan armada truk, kendaraan roda tiga dan kendaraan pengangkut sampah keliling agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Di sisi lain, Sandi mengakui skema tersebut belum sepenuhnya ideal. Namun, dengan keterbatasan sarana dan anggaran, langkah itu menjadi solusi sementara yang paling memungkinkan.

Ia menegaskan penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, melainkan harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat.

“Kalau masyarakat mulai memilah sampah dari rumah dan yang dibuang hanya residu, beban pengangkutan juga akan jauh berkurang. Minimal, jangan membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Untuk mencegah SPA kembali menjadi lokasi pembuangan liar, DLH akan berkolaborasi dengan PT Dadaha, Satpol PP, kecamatan dan unsur keamanan kawasan melakukan pengawasan rutin.

Pemkot juga tengah menyiapkan konsep pemanfaatan eks SPA Dadaha. Sejumlah usulan mulai mengemuka, mulai dari stasiun angkut, area parkir hingga pusat edukasi lingkungan.

DLH bahkan mengusulkan kawasan tersebut dikembangkan menjadi lokasi pembelajaran pengelolaan sampah, seperti pengolahan kompos, budidaya maggot, pemanfaatan gas hasil sampah hingga persemaian tanaman.

Baca Juga:Program KEJAR Sumedang Cetak 4.761 Rekening Pelajar, OJK Dorong Inklusi Keuangan Sejak DiniJNE Content Competition 2026 Catat 5.273 Karya, Kompetisi Kreatif Anak Bangsa Makin Kompetitif

Langkah itu diharapkan mengakhiri citra Dadaha sebagai kawasan yang selama ini identik dengan bau sampah, sekaligus mengubahnya menjadi ruang publik yang memberi manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan. (rezza rizaldi)

0 Komentar