Ia juga mengajak masyarakat agar tidak menjadikan kepedulian sosial sebagai kegiatan musiman yang hanya hadir saat peringatan tertentu. Menurutnya, budaya saling peduli harus tumbuh menjadi kebiasaan.
“Jangan menunggu berkecukupan untuk berbagi. Kepedulian bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Masyarakat yang kuat bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi masyarakat yang saling menjaga dan tidak membiarkan siapa pun merasa sendirian,” tegasnya.
Jausan turut menyampaikan apresiasi kepada para relawan, donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Baca Juga:Kibar Budaya Situ Beet Ingatkan Nasib Kerajinan Bambu Kota Tasikmalaya yang Kian Terdesak Bahan BakuPerisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya Bidik 1.000 Anggota Baru, ini Alasannya
Ia berharap semangat berbagi dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk ikut bergerak membantu sesama.
Mengusung semangat Berbudi, Berbakti, Mengabdi, Komunitas Sahabat Sejalan berharap setiap anak dapat merasakan kasih sayang dan perhatian, sekaligus menjadi pengingat bahwa amanat konstitusi tidak boleh berhenti sebagai tulisan di atas kertas, tetapi harus hadir dalam kehidupan nyata. (rezza rizaldi)
