Terapi Musik di Yayasan Mentari Hati Buktikan Sobat Jiwa Tasikmalaya Tak Kehilangan Nada Kehidupan

terapi musik untuk ODGJ 
Ahmad Gading dan Sabela Putri yang akan mengikuti Pemilihan Pasanggiri Mojang Jajaka Provinsi Jawa Barat mewakili Kota Tasikmalaya saat menghibur sobat jiwa di Yayasan Mentari Hati, Senin (27/7/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di balik stigma yang masih melekat pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Yayasan Mentari Hati Kota Tasikmalaya justru menemukan cara sederhana namun berdampak besar.

Terapi musik yang rutin diberikan kepada para Sobat Jiwa terbukti mampu membangkitkan rasa percaya diri, kebersamaan, hingga menggali bakat yang selama ini terpendam.

Pendiri sekaligus Pengelola Yayasan Mentari Hati, Dadang Heryadi, mengatakan terapi musik bukan sekadar hiburan. Aktivitas tersebut menjadi media pemulihan emosional yang efektif bagi para penghuni yayasan.

Baca Juga:Brimob Masuk Madrasah di Tasikmalaya, Bentengi Pelajar dari Bullying hingga Jerat Media SosialHari Anak Nasional di Tasikmalaya, Komunitas Sahabat Sejalan Sentil Negara soal Nasib Anak Terlantar

“Menurut saya lebih efektif karena menghadirkan kebersamaan dan kebahagiaan mereka,” ujarnya usai menerima kunjungan komunitas sosial, Seven Barber Shop, serta Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya, Senin (27/7/2026).

“Ternyata dari terapi musik ini bakat Sobat Jiwa keluar. Sekarang ada sekitar 16 orang yang jago menyanyi, bahkan suaranya lebih bagus dari kita-kita,” sambungnya.

Saat ini Yayasan Mentari Hati menampung sekitar 260 Sobat Jiwa dengan berbagai kondisi kejiwaan.

Dadang menyebut sebagian besar menunjukkan perkembangan positif setelah mengikuti berbagai program rehabilitasi, termasuk terapi musik.

Bahkan, kata dia, lima orang yang telah kembali bertemu keluarganya memilih kembali ke yayasan untuk mengabdi dan membantu proses pendampingan Sobat Jiwa lainnya.

“Alhamdulillah ada lima alumni yang sudah bertemu keluarganya, tetapi mereka balik lagi ke sini untuk membantu kami mengabdi,” katanya.

Tak hanya itu, pemanfaatan media sosial juga dinilai menjadi jembatan mempertemukan kembali Sobat Jiwa dengan keluarga yang telah lama kehilangan kontak.

Baca Juga:Kibar Budaya Situ Beet Ingatkan Nasib Kerajinan Bambu Kota Tasikmalaya yang Kian Terdesak Bahan BakuPerisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya Bidik 1.000 Anggota Baru, ini Alasannya

“Banyak yang akhirnya ditemukan keluarganya setelah foto dan informasi kami unggah di media sosial. Ada yang hilang lima tahun, enam tahun bahkan sepuluh tahun akhirnya bisa dipertemukan kembali,” ungkap Dadang.

Kegiatan terapi musik kali ini juga diwarnai aksi sosial Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya.

Ahmad Gading dan Sabela Putri yang akan mengikuti Pemilihan Pasanggiri Mojang Jajaka Provinsi Jawa Barat mewakili Kota Tasikmalaya turut hadir.

Mojang Jajaka Pinilih Kota Tasikmalaya, Ahmad Gading mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen mereka agar program sosial yang dijalankan menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

0 Komentar