Menurutnya, Sobat Jiwa menjadi bagian masyarakat yang juga berhak memperoleh perhatian dan ruang untuk berinteraksi secara setara.
“Kami ingin gerakan yang kami buat selalu inklusif dan merata secara sosial maupun kemanusiaan. Sobat Jiwa menjadi salah satu kelompok yang ingin kami dampingi agar merasakan dampak positif dari kegiatan kami,” tuturnya.
Gading mengaku mendapat pelajaran berharga setelah berinteraksi langsung dengan para penghuni yayasan.
Baca Juga:Brimob Masuk Madrasah di Tasikmalaya, Bentengi Pelajar dari Bullying hingga Jerat Media SosialHari Anak Nasional di Tasikmalaya, Komunitas Sahabat Sejalan Sentil Negara soal Nasib Anak Terlantar
Baginya, kesehatan mental dan ketenangan batin merupakan hal yang perlu terus dijaga oleh setiap orang.
“Ada tulisan di sini, ‘ada waktunya kita belajar sama orang gila’. Itu sangat reflektif. Kadang kita yang merasa berpikir jernih justru perlu belajar tentang kebebasan jiwa dan ketenangan batin,” ujarnya.
Sementara itu, Mojang Pinilih Kota Tasikmalaya, Sabela Putri mengaku pengalaman bernyanyi bersama Sobat Jiwa menjadi pengalaman emosional yang sulit dilupakan.
Ia merasakan hangatnya interaksi yang terbangun melalui musik, sekaligus menyadarkan bahwa kasih sayang dan kepedulian masih tumbuh di tengah masyarakat.
“Ini pertama kali saya bernyanyi bersama Sobat Jiwa. Rasanya lebih ke refleksi diri, bahwa kita masih dikelilingi banyak cinta dan bisa saling berbagi emosi positif,” tambahnya.
Kegiatan sosial tersebut turut mendapat dukungan dari Seven Barber. Owner Seven Barber, pasangan suami istri Revy dan Salsa, menilai keberhasilan seorang finalis Mojang Jajaka tidak hanya diukur dari prestasi di atas panggung, tetapi juga melalui kepedulian kepada masyarakat.
Mereka mendukung penuh Ahmad Gading dan Amanda Sabela dalam pelaksanaan terapi musik dan melukis di Yayasan Mentari Hati karena dinilai mencerminkan nilai kemanusiaan, empati, serta kepedulian sosial.
Baca Juga:Kibar Budaya Situ Beet Ingatkan Nasib Kerajinan Bambu Kota Tasikmalaya yang Kian Terdesak Bahan BakuPerisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya Bidik 1.000 Anggota Baru, ini Alasannya
Seven Barber berharap kegiatan tersebut mampu menginspirasi generasi muda Kota Tasikmalaya untuk terus berkarya, peduli terhadap sesama, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di tengah pandangan miring yang masih kerap mengiringi ODGJ, terapi musik di Yayasan Mentari Hati seolah menjadi pengingat bahwa yang sakit bukan selalu nadanya, melainkan cara sebagian orang memandang mereka.
Musik pun membuktikan, pemulihan tak selalu lahir dari obat, tetapi juga dari ruang untuk didengar dan diterima. (rezza rizaldi)
