“Pemkot bisa saja menjadikan ini sebuah program. Tapi saya ingin mengajak orang kreatif tanpa bergantung pada uang rakyat. Karena masih banyak prioritas yang harus dipikirkan pimpinan untuk Kota Tasikmalaya,” katanya.
Ia berharap keterlibatan pelajar dan komunitas seni dapat memupuk rasa percaya diri sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif dari Tasikmalaya.
Di sisi lain, Sule mengaku senang dapat kembali ke Kota Tasikmalaya dan terlibat dalam produksi video layanan masyarakat tersebut.
Baca Juga:Defisit Anggaran Dekati Rp200 Miliar, DPR RI Minta Pemkot Tasikmalaya Bongkar Ulang APBD 2026Edukasi Gizi Lewat Demo Masak Cegah Stunting, Poltekkes Tasikmalaya Dorong Keluarga Manfaatkan Pangan Lokal
Ia juga mengapresiasi kemampuan para pelajar dan seniman lokal yang terlibat selama proses syuting.
“Iya alhamdulillah bisa bantu. Salut ya dengan mereka,” tutur Sule.
Menurut Sule, salah satu momen yang paling berkesan adalah kembali bertemu Diky Candra setelah cukup lama tidak bertatap muka sejak masa kampanye.
“Yang paling berkesan ya bisa ketemu lagi sama Pak Wakil Wali Kota. Sudah lama tidak berjumpa. Sekarang bisa syuting bareng untuk layanan masyarakat, jadi senang sekali,” tambahnya.
Selama berada di Kota Tasikmalaya, Sule mengaku belum memiliki agenda khusus selain beristirahat, bertemu teman-temannya, serta menikmati kuliner khas daerah.
“Kalau kuliner mah Tasik sudah enak-enak. Yang spesial ya tutug oncom,” jelasnya sambil tersenyum. (rezza rizaldi)
