BANJAR, RADARTASIK.ID – Kasus kebakaran lahan di wilayah Kota Banjar mengalami peningkatan signifikan sepanjang Juli 2026.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar Aam Amijaya mengatakan, tercatat ada sekitar 6 peristiwa kebakaran lahan ditambah satu bantuan pemadaman ke wilayah Pamarican.
“Pemicu kebakaran selama Juli 2026 ini lebih didominasi kelalaian aktivitas pembakaran sampah sembarangan di beberapa area lahan,” ucapnya, Kamis 30 Juli 2026.
Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara
Menurutnya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pada Juli 2025 lalu saat musim kemarau tidak ada kejadian laporan kebakaran.
Kata dia, kebakaran lahan dipicu pembakaran jerami hingga daun kering yang mudah terbakar, yang menyebabkan kebakaran cepat meluas.
Enam kebakaran meliputi di wilayah Kota Banjar seperti lahan sawah, perkebunan dan lahan kosong seperti di Desa Mekarharja, Binangun dan Kelurahan Hegarsari.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Banjar agar lebih hati-hati, dan jangan membakar sampah sembarangan dan membuang puntung rokok di area terbuka yang memicu kebakaran,” ujarnya.
Menurutnya, jika melakukan aktivitas membakar sampah secara sembarangan di musim kemarau potensi kebakaran tinggi. Sebab terdapat angin kencang.
Selain itu, potensi kebakaran lainnya seperti kebakaran rumah masih sering terjadi akibat korsleting listrik.
“Sebelum meninggalkan rumah, untuk memastikan stop kontak yang tersambung untuk dicabut ini untuk mencegah potensi kebakaran permukiman,” ujarnya. (Anto Sugiarto)
