Tebak-tebakan, Calon Pemilik Tiga Kursi Dinas di Pemerintah Kota Tasikmalaya!

Jabatan kosong
Ilustrasi gambar: IST
0 Komentar

Dinas Sosial membutuhkan pemimpin yang peka. Sebab angka kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya dengan rapat dan dokumen.

Sedangkan KBP3A membutuhkan figur yang memahami isu keluarga, perempuan, anak, hingga dinamika sosial yang terus berubah.

Tugas yang tidak ringan. Maka siapa pun yang nanti dilantik, pekerjaan sebenarnya justru baru dimulai setelah pengambilan sumpah jabatan.

Baca Juga:Bertahan Hidup Tanpa Bawang Merah!Dari Tasikmalaya untuk 2029, Laskar Gerindra yang Tak Akan Berhenti Bergerak!

Pelantikan hanyalah pintu masuk. Ujian sesungguhnya adalah ketika masyarakat mulai menagih hasil.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, kini memegang kunci tiga kursi tersebut. Publik menunggu. Bukan sekadar siapa yang dilantik.

Tetapi juga pesan apa yang ingin disampaikan wali kota melalui pilihan-pilihannya. Apakah berdasarkan pengalaman? Kompetensi? Atau kombinasi keduanya?

Yang jelas, semakin lama kursi itu kosong, semakin banyak pekerjaan yang harus ditanggung oleh pelaksana tugas. Dan birokrasi tidak pernah suka ruang kosong terlalu lama.

Sebab pelayanan publik tidak mengenal istilah menunggu. Kini hitungan waktunya tinggal soal hari. Atau mungkin jam.Dan ketika pelantikan itu tiba, satu pertanyaan akan langsung terjawab:

Apakah nama-nama yang selama ini beredar memang sudah ditakdirkan menuju kursi eselon II itu?

Ataukah akan muncul kejutan dari sudut lain yang selama ini tidak banyak diperbincangkan?

Baca Juga:Ibu-Ibu Mulai Bernegosisasi Bawang Merah di Dapur!Ketika Tasikmalaya Akan Menjadi Kota Vespa Selama Dua Hari!

Di birokrasi, kejutan seperti itu bukan hal baru. Justru sering menjadi bagian paling menarik dari sebuah pelantikan. (red)

0 Komentar