Ketika Sampah Jadi Tersangka Lama yang Tak Ditahan di Sungai Cintarasa Kota Tasikmalaya

penyebab banjir di Cintarasa Kota Tasikmalaya
Gabungan tim Aksi ‘Ngaruat Lembur Cintarasa’ Kota Tasikmalaya turun bersihkan sungai, Minggu (19/4/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Sungai kecil di lingkungan Cintarasa, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, kembali “diadili” warga. Bukan dengan palu hakim, melainkan cangkul dan tangan kosong.

Minggu (19/4/2026), warga bersama pemerintah turun langsung memeriksa aliran air yang tiap hujan deras berubah watak: dari jinak jadi meluap.

Kegiatan bertajuk Ngaruat Lembur Cintarasa itu digelar bertepatan dengan Hari Bumi. Momentum yang ironis—ketika bumi diperingati, sungai justru dipenuhi “warisan” plastik, kain, hingga karung yang sudah lama berdiam di dasar aliran, seperti tamu tak diundang yang betah.

Baca Juga:PKS Kota Tasikmalaya Perluas Basis RW, Strategi Sunyi Menuju Kursi Dua Kali Lipat di Pemilu 2029Spanduk Tuyul Hebohkan Kota Tasikmalaya, Warga Kebong Kembang Resah Uangnya Sering Raib Misterius

Di sejumlah titik, aliran terlihat menyempit. Sampah rumah tangga tersangkut di batu dan sedimentasi membuat air kehilangan jalurnya. Saat hujan turun cepat, air pun memilih jalan pintas: masuk ke permukiman.

Data BPBD Kota Tasikmalaya menempatkan kawasan ini sebagai langganan genangan.

Bahkan dalam satu-dua pekan terakhir, air kembali naik, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar musiman, tapi sudah seperti siklus yang enggan putus.

Pembersihan dilakukan manual. Warga menyusuri sungai, mengangkat sampah satu per satu, membuka sumbatan yang selama ini jadi biang kerok. Gerakan sederhana, tapi menyentil persoalan yang lebih besar: kebiasaan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menyebut genangan tak melulu soal infrastruktur rusak. Di beberapa titik, saluran masih berfungsi. Namun kapasitasnya kalah cepat dengan debit air saat hujan deras—terlebih jika tersumbat.

“Kalau alirannya bersih, dampaknya bisa berkurang. Tapi kalau tersumbat, air cepat meluap,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mencatat sejumlah titik krusial yang membutuhkan penanganan lanjutan. Tidak semua bisa diselesaikan dalam satu aksi bersih-bersih.

“Yang bisa dibuka sekarang, kita buka. Sisanya kita catat untuk ditindaklanjuti dinas terkait,” katanya.

Baca Juga:Nyaris Beradu Wajah!Debat Sengit! Muscab PPP Kota Tasikmalaya Dibawa ke DPW, Formatur Ikut Mandek

Ketua RW 1 Cintarasa, Harniwan Obech, tak menampik bahwa genangan sudah lama menjadi “langganan” warga. Setiap hujan deras turun, kekhawatiran ikut turun bersama air.

“Ini bukan keluhan baru. Bahkan kemarin sempat meluas ke tiga wilayah. Kami tentu ingin solusi yang lebih konkret, bukan sekadar gerakan sesaat,” tuturnya.

0 Komentar