TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bukan baliho politik, bukan pula promosi diskon.
Warga Kebon Kembang, RT 05 RW 05, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, memasang spanduk tak biasa: peringatan untuk “pemilik tuyul”.
Spanduk yang terpasang di pinggir Jalan RE Martadinata sejak Jumat sore (17/4/2026) itu sontak menyita perhatian.
Baca Juga:Nyaris Beradu Wajah!Debat Sengit! Muscab PPP Kota Tasikmalaya Dibawa ke DPW, Formatur Ikut Mandek
Isinya tegas, nyaris satir: melarang aksi pencurian gaib dan mengingatkan pelaku pada dosa—bahkan diselipkan pesan personal tentang “istri tercinta”.
Langkah ini bukan tanpa sebab. Ketua RT setempat menerima sedikitnya enam laporan warga terkait kehilangan uang secara misterius. Polanya seragam: uang hilang satu lembar, tanpa jejak, tanpa kerusakan.
Santi Casliani (36), pedagang makanan ringan warga setempat, mengaku sudah berulang kali mengalami kejadian ganjil itu.
Uang yang disimpan rapi dalam amplop tiba-tiba berkurang satu lembar saat diperiksa kembali.
“Sudah dihitung, misalnya Rp1 juta. Pas dibuka lagi, hilang satu lembar. Kejadiannya bukan sekali dua kali,” ujarnya, Minggu (19/4/2026) saat ditemui di rumahnya.
Menurutnya, kejadian serupa sudah berlangsung sejak 2025. Bahkan saat menyiapkan uang dalam amplop untuk kebutuhan Lebaran, nominal yang sudah pasti kerap berubah diam-diam.
“Kalau diambil orang kan biasanya ada bekas. Ini mah enggak ada apa-apa, tahu-tahu kurang,” katanya, heran.
Kecurigaan warga pun mengarah ke hal-hal di luar nalar.
Baca Juga:Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Wafat akibat Serangan Jantung, Dunia Pers BerdukaHoaks TNI Pukul Warga Saat Razia Tramadol, Dandim Tasikmalaya Buka Fakta
Istilah “tuyul”—makhluk dalam mitologi Jawa yang dipercaya mencuri uang—muncul sebagai penjelasan yang beredar di lingkungan tersebut.
Istri Ketua RT 05, Teni Tasliani (52), membenarkan adanya keresahan warga.
Ia menyebut laporan kehilangan tidak hanya terjadi pada satu dua orang, melainkan beberapa keluarga, mayoritas pelaku usaha.
“Rata-rata pedagang. Kehilangannya kecil-kecil tapi sering. Ada yang sampai puluhan juta kalau ditotal,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, kejadian ini sempat memicu ketegangan dalam rumah tangga warga.
Beberapa korban bahkan sempat saling curiga dengan anggota keluarga sendiri.
“Awalnya disangka salah hitung, bahkan nuduh anak atau pasangan. Lama-lama jadi masalah,” katanya.
Upaya rasional pun telah dilakukan. Mulai dari pengecekan CCTV hingga menyimpan uang di brankas terkunci. Namun hasilnya nihil.
