RADARTASIK.ID – AC Milan kembali berada dalam pusaran kritik tajam setelah perubahan besar di level manajemen justru memunculkan kesan penuh kebingungan.
Situasi ini membuat banyak pengamat di Italia mulai membandingkan kondisi Rossoneri saat ini dengan periode ketika Paolo Maldini masih memegang kendali area teknis klub.
Jurnalis Calciomercatoweb, Andrea Distaso, menilai langkah awal struktur baru Milan tidak menunjukkan arah yang jelas, baik dari sisi waktu maupun cara pengambilan keputusan.
Baca Juga:Usai Rekrut Anthony Gordon, Deco Kebut Boyong Striker Atletico Madrid ke BarcelonaFlorentino Perez Tak Ingin Madrid Kehilangan Vinicius Jr: Dia Salah Satu Pemain Terbaik di Dunia
Menurutnya, pergantian besar-besaran yang dilakukan pemilik klub justru meninggalkan tanda tanya besar mengenai proyek masa depan Rossoneri.
Perubahan drastis itu terjadi setelah manajemen baru yang dipimpin Gerry Cardinale bersama Zlatan Ibrahimovic dan Massimo Calvelli mengambil langkah mengejutkan dengan merombak struktur internal klub.
Beberapa sosok penting seperti Massimiliano Allegri, Igli Tare, Geoffrey Moncada, dan Giorgio Furlani disingkirkan dalam waktu hampir bersamaan.
Keputusan tersebut awalnya membuat publik yakin Milan sudah memiliki rencana matang untuk membangun kembali tim setelah gagal lolos ke Liga Champions selama dua musim beruntun.
Namun hingga kini, arah proyek baru klub justru dinilai masih kabur.
Andrea Distaso menyebut Milan bergerak terlalu terburu-buru tanpa menyiapkan pengganti yang jelas.
Situasi ini dianggap membuat Rossoneri tertinggal dibanding rival-rival mereka dalam mempersiapkan musim baru.
Baca Juga:Gasperini Minta Pemilik AS Roma Perpanjang Kontrak Lorenzo PellegriniCardinale Diminta Tak Bicara Sembarangan Soal Galliani dan Maldini: Casa Milan Bisa Runtuh
Tak hanya itu, dewan direksi bahkan disebut harus meninjau ulang pembagian kewenangan internal hanya untuk memastikan aktivitas administratif klub tetap berjalan sampai jajaran baru resmi terbentuk.
Kritik lain juga diarahkan pada cara Milan membangun struktur olahraga baru.
Dalam praktik klub besar Eropa, penunjukan direktur olahraga biasanya dilakukan lebih dulu sebelum menentukan pelatih kepala.
Namun yang terjadi di Milan justru sebaliknya. Nama-nama calon pelatih lebih dulu bermunculan, sementara sosok direktur olahraga belum juga dipastikan.
Hal itu dinilai menunjukkan tidak adanya garis komando yang tegas dalam proyek baru Rossoneri.
Di tengah situasi tersebut, mulai muncul pula perbedaan pandangan di internal manajemen. Cardinale dan Calvelli dikabarkan tertarik menunjuk Ralf Rangnick sebagai figur utama area olahraga Milan.
