TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mulai memperketat penataan kawasan Dadaha setiap akhir pekan.
Fokusnya bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga menciptakan kawasan olahraga yang nyaman, aman, sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Langkah tersebut diawali dengan apel kesiapsiagaan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dinas hingga UPTD di kawasan Dadaha, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga:Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya Dorong Budaya Daur Ulang Sampah, Edukasi Siswa Dimulai dari SekolahKapolres Baru Tasikmalaya Kota Siap Lanjutkan Prestasi, AKBP Andi Tinggalkan Pesan Pintu Selalu Terbuka
Viman mengatakan, Sabtu dan Minggu merupakan waktu dengan tingkat kunjungan tertinggi sehingga seluruh unsur pemerintah harus memastikan pelayanan dan kondisi kawasan dalam keadaan optimal.
“Karena Dadaha ini setiap Sabtu dan Minggu ramai pengunjung. Ini pusat olahraga, pusat ekonomi, sekaligus pusat wisata. Jadi semua OPD, dinas, dan UPTD harus mengecek kesiapan menghadapi akhir pekan,” ujar Viman.
Ia menjelaskan, penataan difokuskan pada tiga sektor utama. Pertama, penertiban pedagang yang masih berjualan di area jogging track lingkar dalam Dadaha agar aktivitas olahraga masyarakat tidak terganggu.
Menurutnya, lintasan lari harus kembali menjadi ruang yang nyaman bagi warga tanpa terhalang aktivitas berjualan.
Fokus kedua yakni mengoptimalkan fungsi kolam retensi di kawasan Taman Dadaha. Viman menilai keberadaan kolam tersebut harus dimaksimalkan sebagai solusi mengurangi genangan air saat hujan.
Selanjutnya, Pemkot juga memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan melalui peningkatan penerangan. Saat ini tujuh titik lampu telah diaktifkan, namun Viman meminta seluruh lampu yang sudah terpasang di lingkar luar Dadaha kembali difungsikan.
“Supaya malam hari masyarakat juga nyaman beraktivitas di sekitar Dadaha,” katanya.
Baca Juga:Pengusaha Muda Tasikmalaya Polisikan Akun Medsos, Bantah Hina Budaya Sebut Ada Framing NegatifNgaruat Simbol Nagara, Cara Warga Cintarasa Tasikmalaya Rawat Nasionalisme Akar Rumput Jelang HUT RI
Selain itu, ia memastikan kondisi bekas Stasiun Pengolahan Akhir (SPA) terus membaik. Area tersebut kini telah bersih dan tidak lagi menimbulkan bau menyengat.
Ke depan, Pemkot berencana mengubah kawasan tersebut menjadi ruang publik yang lebih produktif. Konsep yang disiapkan mengarah pada area berkumpul setelah berolahraga dengan menghadirkan ruang duduk, tempat menikmati kopi hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Viman bahkan membayangkan kawasan tersebut dapat berkembang layaknya ruang publik modern seperti Gelora Bung Karno (GBK), dengan memanfaatkan keberadaan kolam retensi sebagai daya tarik tambahan.
