Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya Dorong Budaya Daur Ulang Sampah, Edukasi Siswa Dimulai dari Sekolah

edukasi daur ulang sampah
Mojang Pinilih Kabupaten Tasikmalaya 2026, Suci Princessa Nagari, bersama Jajaka Pinilih Kabupaten Tasikmalaya 2026, Iqbal Nurhidayat menjelaskan pengelolaan sampah di SMPN 1 Cigalontang, Jumat (31/7/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Tasikmalaya.

Di tengah tantangan tersebut, Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya memilih jalur edukasi sebagai langkah awal membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.

Melalui program Nature Nurture Oriented, Mojang Pinilih Kabupaten Tasikmalaya 2026, Suci Princessa Nagari, bersama Jajaka Pinilih Kabupaten Tasikmalaya 2026, Iqbal Nurhidayat, menggelar sosialisasi pengelolaan sampah di SMPN 1 Cigalontang.

Baca Juga:Kapolres Baru Tasikmalaya Kota Siap Lanjutkan Prestasi, AKBP Andi Tinggalkan Pesan Pintu Selalu TerbukaPengusaha Muda Tasikmalaya Polisikan Akun Medsos, Bantah Hina Budaya Sebut Ada Framing Negatif

Program yang nantinya direalisasikan di kawasan wisata Gunung Galunggung itu berfokus pada isu kebersihan lingkungan, penghijauan, dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Iqbal Nurhidayat mengatakan, persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari membangun karakter generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini merupakan upaya menanamkan kesadaran kepada generasi muda agar memiliki kepekaan terhadap persoalan lingkungan, khususnya sampah. Permasalahan ini hanya bisa diselesaikan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, hingga komunitas kepemudaan,” ujarnya.

Ia menilai, pengelolaan sampah sebetulnya dapat dimulai dari rumah.

Karena itu, para siswa diperkenalkan cara mendaur ulang sampah, khususnya botol plastik, menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna.

Sementara itu, Suci Princessa Nagari menjelaskan, limbah rumah tangga bukan sekadar barang buangan, tetapi dapat diolah menjadi kerajinan maupun produk ramah lingkungan.

“Sampah plastik bisa diubah menjadi tempat tisu, vas bunga, hiasan, bahkan dijadikan ecobrick yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kursi, meja, dan berbagai fasilitas lainnya,” tuturnya.

Ia berharap kreativitas tersebut mampu mengurangi volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif di tengah masyarakat.

Baca Juga:Ngaruat Simbol Nagara, Cara Warga Cintarasa Tasikmalaya Rawat Nasionalisme Akar Rumput Jelang HUT RI Kapolres Tasikmalaya Kota Berganti! Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sentuhan Humanis Tetap Menyala

Sebab, sampah yang dikelola dengan baik dapat berubah dari beban menjadi manfaat.

Kepala SMPN 1 Cigalontang, Surya Kania M.Pd, mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah sangat sejalan dengan program sekolah yang sedang mengembangkan pemanfaatan ecobrick.

“Kami berterima kasih kepada Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Kang Iqbal dan Teh Cessa, yang telah memilih SMPN 1 Cigalontang sebagai lokasi sosialisasi. Program ini sejalan dengan rencana sekolah membuat gapura berbahan ecobrick. Mudah-mudahan dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.

0 Komentar