TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Isu liar di media sosial kembali bikin gaduh. Kali ini, tudingan keterlibatan anggota TNI dalam dugaan pemukulan saat penertiban warung penjual obat terlarang jenis Tramadol beredar luas—tanpa rem, tanpa verifikasi.
Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim angkat suara. Ia menegaskan, narasi yang viral tersebut tak utuh, bahkan cenderung menyesatkan.
“Setelah pemeriksaan internal, kami pastikan anggota yang disebut tidak terlibat seperti yang dituduhkan di media sosial,” tegasnya kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga:Konflik Internal DPP Jangan Menjalar ke Muscab DPC PPP di TasikmalayaKasus Penganiayaan Kiai Cikatomas Jangan Mandek, Publik Desak Polisi Bergerak Cepat
Penelusuran internal memang mengonfirmasi bahwa sosok dalam unggahan tersebut adalah anggota Kodim.
Namun, keterlibatannya tidak sesuai dengan cerita yang terlanjur digoreng di jagat maya—yang, seperti biasa, lebih cepat panas ketimbang fakta.
Tak berhenti di situ, Dandim juga melakukan koordinasi lintas institusi dengan kepolisian. Hasilnya nihil.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Polres Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Tidak ada kejadian tersebut. Kalau memang ada, pasti ada laporan resmi,” terangnya.
Ia menambahkan, hingga kini tidak ada pengaduan dari korban maupun laporan ke Subdenpom maupun Kodim. Artinya, cerita yang viral itu berdiri di atas asumsi—bukan bukti.
Penelusuran lebih jauh mengarah pada sumber informasi: akun anonim dengan identitas minim. Pola klasik—lempar isu, hilang jejak.
“Kami tegaskan institusi dan personel tidak ada kaitan dengan kejadian tersebut,” katanya.
Baca Juga:ASN IKAPTK Kota Tasikmalaya Wajib Menjadi Motor Pelayanan PublikKota Tasikmalaya Kejar Lahan SR 7 Hektar, Titik di Bungursari Hampir 80 Persen Deal
Di tengah derasnya arus informasi digital, Dandim mengingatkan publik untuk tidak menjadi “agen penyebar” kabar mentah.
“Jangan mudah percaya apalagi menyebarluaskan informasi yang belum jelas. Ini bisa merugikan banyak pihak dan mengganggu stabilitas,” jelasnya.
Meski diterpa isu, Kodim tetap menyatakan komitmennya dalam memerangi peredaran obat terlarang dan narkotika di Tasikmalaya—kota santri yang kini juga diuji oleh derasnya peredaran informasi liar.
Di era di mana jempol lebih cepat dari logika, klarifikasi sering datang terlambat. Namun kali ini, fakta mencoba mengejar narasi yang keburu berlari. (rezza rizaldi)
