Kurban Hidup Lagi di SMPN 4 Tasikmalaya, Siswa Belajar Berbagi Lewat 1 Sapi dan 3 Domba

kurban SMPN 4 Tasikmalaya 
Siswa SMPN 4 Tasikmalaya saat memotong daging kurban di halaman sekolah, Sabtu (30/5/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tradisi kurban yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 kembali bergema di SMP Negeri 4 Tasikmalaya.

Pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah, sekolah tersebut menyembelih satu ekor sapi dan tiga ekor domba sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan dan kepedulian sosial bagi para siswa.

Wakil Kepala SMPN 4 Tasikmalaya Bidang Kesiswaan, Neni Priyani Nurlina, menjelaskan bahwa kegiatan kurban di lingkungan sekolah sebenarnya telah menjadi tradisi rutin sebelum pandemi melanda.

Namun, kegiatan tersebut sempat vakum selama beberapa tahun.

Baca Juga:BM PAN Kota Tasikmalaya Konsolidasi Struktur, Terus Fokus Bidik Energi Baru dari Generasi MudaNilai TKA Matematika 100 Bermunculan di Tasikmalaya, Yayasan TMNI Buka Apresiasi untuk Siswa Berprestasi

“Terakhir kurban sebelum Covid. Setelah itu berhenti. Alhamdulillah sekarang bisa dilaksanakan lagi atas inisiatif kepala sekolah yang baru, Pak Toni,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

“Saat rapat bulan lalu kami mencoba menghidupkan kembali program kurban ini dan ternyata mendapat sambutan baik dari guru maupun orang tua siswa,” sambungnya.

Menurut Neni, hewan kurban yang disembelih terdiri atas satu ekor sapi dan tiga ekor domba.

Untuk sapi, partisipasi berasal dari kepala sekolah, guru, serta dua orang tua siswa yang ikut bergabung sebagai peserta kurban.

Sementara itu, tiga ekor domba merupakan hasil program pembelajaran keagamaan yang melibatkan siswa secara langsung.

Dana kurban dihimpun melalui kegiatan rutin Jumat Berkah yang selama ini menjadi sarana pendidikan karakter dan kepedulian sosial di sekolah.

“Biasanya dana Jumat Berkah disalurkan melalui Baznas. Sekarang sebagian dikumpulkan untuk pembelajaran kurban. Tiga ekor domba itu murni dari partisipasi siswa,” katanya.

Baca Juga:Tabrak Lari Malam Takbiran di Tasikmalaya: Sopir Diduga Mabuk, Selamat dari Amukan MassaPercobaan Bobol Rumah di Tasikmalaya Berujung Parang Mengamuk, Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi

Meski proses penyembelihan dilakukan oleh petugas yang memahami tata cara syariat, para siswa tetap dilibatkan dalam tahapan pengemasan hingga pendistribusian daging kurban.

Kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran nyata tentang makna berbagi dan pengorbanan.

“Anak-anak ikut dalam proses pembagian daging kepada yang berhak menerima. Jadi bukan hanya teori di kelas, tetapi praktik langsung bagaimana berbagi kepada sesama,” tambahnya.

Daging kurban dari satu ekor sapi diperkirakan menghasilkan sekitar 200 paket.

Sementara tiga ekor domba juga ditargetkan menghasilkan sekitar 200 paket tambahan yang akan dibagikan kepada warga sekitar sekolah dan masyarakat yang membutuhkan.

0 Komentar