Tinggalkan Jejak Kebaikan, Siswa MTsN 14 Tasikmalaya Tanam Pohon saat Kelulusan

tanam pohon saat kelulusan
Siswa MTs Negeri 14 Tasikmalaya melakukan penanaman pohon dalam momentum kelulusan, Rabu 3 Juni 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – MTs Negeri 14 Tasikmalaya menggelar pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX dengan cara berbeda. Momentum kelulusan tahun ini diisi kegiatan penanaman pohon di lingkungan madrasah, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh siswa kelas IX, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari implementasi pendidikan karakter berbasis lingkungan serta penguatan nilai-nilai ekoteologi yang dikembangkan di madrasah.

Berbagai jenis pohon ditanam sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa belajar siswa di tingkat madrasah tsanawiyah.

Baca Juga:Foto Perdana The Second Child Bikin Penasaran, Lim Soo Jung dan Park So Yi Terjebak Rahasia Kelam Masa LaluDPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 Hijiriah 

Kepala MTs Negeri 14 Tasikmalaya, Tatang Hermanto, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang agar kelulusan tidak hanya menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kelulusan hendaknya meninggalkan jejak kebaikan. Melalui penanaman pohon ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa manusia memiliki amanah untuk merawat bumi sebagai ciptaan Allah Swt,” ujarnya kepada Radar, Rabu (3/6/2026).

Menurut Tatang, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya madrasah membangun nilai ekoteologi dalam proses pendidikan. Karena itu, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial serta lingkungan.

Ia menjelaskan, konsep ekoteologi yang diterapkan di madrasah merupakan upaya mengintegrasikan ajaran agama dengan kesadaran ekologis. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus bentuk ibadah kepada Tuhan.

Tatang menegaskan generasi muda perlu dibekali kesadaran bahwa menjaga lingkungan tidak hanya menjadi kebutuhan sosial, tetapi juga memiliki dimensi keagamaan.

“Kami ingin lulusan MTsN 14 Tasikmalaya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam,” katanya.

Selain memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan madrasah, pohon-pohon yang ditanam diharapkan menjadi simbol tumbuhnya ilmu pengetahuan, harapan, dan amal kebaikan yang terus berkembang seiring perjalanan para lulusan di masa mendatang.

Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama

Melalui kegiatan tersebut, MTs Negeri 14 Tasikmalaya menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

0 Komentar