Yang Tata, Yang Titi!

tata dan titi
Foto kiri: Maskot HUT Kota Tasikmalaya ke-25, Tata dan Titi; sebelah kanan, GM Radar Tasikmalaya Grup, MR Hakim.
0 Komentar

oleh: MR Hakim

GM Radar Tasikmalaya Grup

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada dua tokoh baru di Kota Tasikmalaya. Namanya Tata dan Titi. Bukan pejabat baru. Bukan pula pasangan calon pemimpin baru. Keduanya maskot Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.

Diluncurkan pada 4 Oktober 2026. Dibungkus tema yang terdengar gagah: Langkah Santun Jiwa Tangguh. Saya suka namanya. Tata dan Titi. Orang Sunda pasti akrab. Tata titi. Sopan santun. Tahu aturan. Mengerti bagaimana menempatkan diri.

Kota memang membutuhkan itu. Apalagi kota yang sudah berusia 25 tahun. Seharusnya bukan lagi usia belajar berjalan. Mestinya sudah bisa berlari. Kalau belum bisa berlari, setidaknya jangan berjalan di tempat.

Baca Juga:K3S: Dari Koordinasi Sampai Honor!Dari Senayan Kembali ke Cipasung!

Tapi saya tidak ingin menghakimi hanya dari usia. Ada kota yang umurnya ratusan tahun, tetapi masalahnya seperti baru kemarin sore. Ada pula kota yang masih muda, tetapi cara berpikirnya sudah dewasa.

Kota Tasikmalaya sedang berulang tahun. Usianya seperempat abad sejak berdiri sebagai daerah otonom pada 2001.

Seperempat abad bukan waktu sebentar. Sudah cukup untuk menilai: apa yang benar-benar tumbuh, apa yang sekadar berganti nama, dan apa yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Lalu muncullah Tata dan Titi. Tata digambarkan berani, ramah, dan berjiwa petualang. Titi baik hati, elegan, dan kreatif. Komposisinya bagus. Tata punya keberanian. Titi punya kreativitas.

Kalau keduanya bekerja sama, mungkin banyak persoalan kota bisa diselesaikan. Tata berani masuk pasar. Titi kreatif mencari solusi. Tata melihat jalan rusak. Titi menghitung bagaimana anggaran bisa digunakan lebih tepat. Tata mendengar keluhan pedagang. Titi membantu merancang jalan keluarnya.

Sayangnya, mereka hanya maskot. Mereka tidak punya kewenangan. Tidak bisa menandatangani dokumen. Tidak bisa memutuskan anggaran. Apalagi memanggil rapat organisasi perangkat daerah.

Maka, tugas itu tetap berada di tangan manusia. Terutama mereka yang memang diberi amanah untuk mengurus kota.

Baca Juga:Pengangkatan Asep MP sebagai Dewas RSUD Dinilai Langkah NekatPansel Dewas RSUD dan DPRD Kota Tasikmalaya Rapat Tertutup Bahas Pengangkatan Asep MP

Saya tertarik pada satu hal: nama Tata. Dalam pemerintahan, kita mengenal istilah tata kelola. Dalam anggaran ada tata kelola keuangan. Dalam pelayanan publik ada tata kelola pelayanan. Dalam pembangunan ada tata kelola proyek.

0 Komentar