TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Perkembangan teknologi digital memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai hal menggunakan gawai atau ponsel, termasuk anak-anak. Namun tidak semua layanan digital aman untuk anak-anak sehingga perlu peranan orang tua supaya tetap aman.
Pakar komunikasi Savero Dwipayana menjadi pengisi materi dalam diskusi publik tentang Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS (Tunggu Anak Siap) di Aula Kantor Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Jumat (16/10/2026).
Savero mengatakan bahwa kemajuan teknologi memang tidak bisa ditentang. Karena berbagai aktivitas manusia saat ini tidak lepas dari layanan digital. “Teknologi itu sudah ada di sekitar kita dan itu bukan sesuatu yang bisa kita bendung,” ungkapnya.
Baca Juga:Sampah di Pasar Padayungan Tasikmalaya Membludak Tutupi Jalan31 Oktober, Penerbangan di Bandara Wiriadinata Diujicoba Lagi
Kendati demikian, ada kerawanan yang membuat penggunaannya bisa berdampak negatif, khususnya untuk anak. Maka dari itu dia melihat PP Tunas ini merupakan bagian dari perangkat untuk melindungi anak dari dampak negatif digital. “Bukan untuk melarang tapi memberikan perlindungan sesuai usianya,” ujarnya.
Dari masalah media sosial saja, banyak konten-konten yang bukan untuk konsumsi anak-anak. Ditambah usia anak tertentu belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
Sementara, rasa penasaran mereka tergolong tinggi yang pada akhirnya konten negatif memengaruhi perilaku anak. Sehingga anak tidak bisa dibiarkan begitu saja menggunakan teknologi digital.
Belum lagi penggunaan aplikasi-aplikasi yang bisa menjerumuskan anak ke hal negatif, bahkan jadi korban kejahatan. “Bisa jadi doom scrolling, bisa judi online, bahkan penggunaan dating app,” terangnya.
Secara teknis, peran orang tua sangat penting dalam perlindungan anak dari dampak negatif teknologi digital. Bukan berarti melarangnya, namun supaya aktivitas termonitor. “Supaya tahu apa yang anak buka, apa yang anak buka dan apa yang anak lakukan di hp,” ujarnya.
Tidak cukup memonitor, tapi menjaga kualitas komunikasi orang tuda dengan anak pun menjadi faktor penting untuk melindungi anak dari dampak negatif digital. Sehingga anak bisa lebih diarahkan untuk menggunakan teknologi digital yang sesuai usia mereka. “Jadi orang tua juga haris banyak ngobrol dengan anak,” ucapnya.
