Pengangkatan Asep MP sebagai Dewas RSUD Dinilai Langkah Nekat

Dewas RSUD dr Soekardjo
Asep M Tamam, akademisi sekaligus pengamat pemerintahan.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Rencana pemanfaatan panas bumi atau geothermal Gunung Galunggung bukan hanya belum tersosialisasikan kepada masyarakat. Secara spesifik titik lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PTLP) juga belum diketeahui pemerintah daerah. Belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait titik pasti area eksplorasi panas bumi.

Namun demikian, menurut karang taruna setempat, informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan titik lokasi pembangunan PLTP tersebut akan berada di antra dua desa, yaitu Desa Sinagar dan Desa Linggajati.

Terkait informasi tersebut, Kabid Lingkungan Hidup (LH) DPU-TRPP-LH Kabupaten Tasikmalaya Farhan Fuadi, belum bisa memberi kejelasan. Menurutnya informasi spesifik belum disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada pemerintah daerah.

Baca Juga:Pansel Dewas RSUD dan DPRD Kota Tasikmalaya Rapat Tertutup Bahas Pengangkatan Asep MPSoal Surat Keberatan Pengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo, Opik Minta Jawaban Tertulis

“Kami belum menerima informasi terkait hal tersebut (Titik lokasi, pembangunan PLTP, Red). Yang jelas nanti setelah semuanya jelas dan informasi diterima secara utuh dari pemerintah pusat tentu nanti akan diinformasikan,” terang Farhan, Kamis (8/10/2026).

Sebab itu, kata dia, pemerintah daerah belum bisa memastikan apakah titik lokasi pembangunan infrastruktur pembangkit listrik tenaga panas bumi Galunggung berada dekat pemukiman warga atau tidak.

“Belum ada informasi secara jelas dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah nanti menunggu data yang jelas dari pusat karena yang melakukan kajian dan teknis dilapangan nanti dari pusay,” ungkap dia.

Namun ia mengungkapkan, rencana pemanfaatan panas bumi Galunggung untuk PTLP memiliki sejumlah manfaat. Diantaranya menghasilkan sumber energi listrik yang bersih, stabil, dan berkelanjutan. Selain itu, panas bumi juga lebih rendah emisi serta bebas dari gas rumah kaca dan karbondioksida yang selama ini jadi pemicu pemanasan global.

Selain itu, sebagai energi terbarukan, energy panas bumi juga disebut sangat melimpah ketersediaannya untuk jangka waktu yang sangat panjang. Hal ini penting untuk memastikan pasokan listrikyang stabil dan handal dengan bekerja secara konsisten selama 24 jam penuh tanpa bergantung pada kondisi cuaca—tidak seperti tenaga surya atau angin.

Penggunaan lahan untuk pembangkit geothermal juga disebut lebih efisien jika dibandingkan dengan beberapa jenis pembangkit energi terbarukan lainnya. Mendukung kemandirian energi dapat mengurangi ketergantungan suatu negara pada impor bahan bakar fosil dan menjaga stabilitas biaya energi jangka panjang.

0 Komentar