PANGANDARAN, RADSIK – Ancaman krisis iklim tak cukup dihadapi dengan menunggu cuaca kembali bersahabat.
Petani perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar tetap produktif di tengah perubahan cuaca yang kian sulit diprediksi.
Berangkat dari tantangan itu, Jaringan Masyarakat Tani (Jamtani) menghadirkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Climate Learning Center (CLC) di Kabupaten Pangandaran.
Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang
Fasilitas yang berlokasi di Dusun Kamurang RT 003 RW 011, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, tersebut diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia, Jumat (16/10/2026).
Kehadirannya diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus pusat pengembangan pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.
Peresmian P4S CLC menjadi puncak rangkaian kegiatan Rapat Umum Anggota (RUA) IX Aliansi Organis Indonesia (AOI) dan program Farmer Goes to Campus yang berlangsung sejak Senin (12/10/2026).
Direktur Jamtani, Kustiwa Adinata mengatakan, krisis iklim bukan lagi sekadar isu global yang dibicarakan dalam forum internasional.
Dampaknya sudah dirasakan langsung petani, mulai dari perubahan pola cuaca, meningkatnya serangan hama, penurunan produktivitas lahan, hingga ancaman gagal panen.
“Anomali iklim telah mengakibatkan banyak dampak negatif bagi para petani, mulai dari perubahan pola cuaca, serangan hama, penurunan produktivitas, hingga gagal panen,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut dia, petani membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengolah lahan.
Mereka juga perlu memahami strategi adaptasi dan mitigasi agar dapat menghadapi perubahan kondisi lingkungan tanpa mengabaikan keberlanjutan pertanian.
Baca Juga:Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!
Melalui P4S CLC, JAMTANI berkomitmen memperkuat kapasitas petani lewat pelatihan teknis, pengetahuan adaptasi iklim, serta penerapan prinsip pertanian ekologis yang selaras dengan alam.
Fasilitas tersebut dilengkapi ruang kelas interaktif, petak percontohan (demplot) pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture), serta unit produksi pupuk organik mandiri.
Sarana ini dirancang agar petani tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga bisa mempelajari dan mempraktikkan langsung metode pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, P4S CLC akan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai program pelatihan, di antaranya Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Climate Business Field School (CBFS) atau Sekolah Lapang Iklim Agribisnis.
