TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan dan perbedaan di lingkungan Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, dinilai perlu dihadapi dengan ruang dialog dan kebersamaan.
Ikhtiar menyatukan berbagai unsur itu salah satunya dilakukan melalui kegiatan zikir dan solawat bersama di Masjid Al-Mujahidin, Rabu (14/10/2026).
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai, perbedaan hingga perseteruan merupakan hal yang bisa terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga:AMI: Kritisnya Kapan-Kapan!Ketidakharmonisan Viman-Diky Jadi Sorotan, ASN Terancam Terjebak Kubu-Kubuan
Namun, kondisi itu jangan sampai membuat orang-orang yang memiliki niat baik justru berjalan sendiri-sendiri.
Diky menyebut, dirinya berprasangka baik bahwa mayoritas masyarakat Tasikmalaya merupakan orang-orang baik.
Hanya saja, menurut dia, potensi kebaikan itu bisa kehilangan kekuatan ketika terkotak-kotak dan mudah diadu domba.
“Bisa jadi kita merasa sekarang yang baik kalah sama yang jahat karena yang baiknya terkotak-kotak, terpolarisasi, mudah diadu domba, sulit untuk bersatu,” ujarnya.
Ia mengingatkan, kejahatan yang terorganisasi dapat mengalahkan kebaikan ketika orang-orang yang memiliki tujuan positif tidak mampu membangun kebersamaan.
Karena itu, Diky berharap kegiatan zikir dan selawat tidak berhenti sebagai agenda keagamaan semata.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang selama ini memiliki perbedaan atau persoalan.
Baca Juga:Dinasti Literasi Komunitas Cermin Tasikmalaya, Wariskan Pengetahuan Bukan KekuasaanKetika Petarung Tarung Derajat Naik Vespa di Kota Tasikmalaya: Kalem, Ramah dan Penuh Santun
Menurut dia, persoalan dalam kehidupan maupun organisasi tidak mungkin sepenuhnya dihilangkan.
Hal yang lebih penting adalah bagaimana setiap persoalan disikapi agar menjadi jalan menuju kedewasaan dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Kalau tidak pernah ada ikhtiar sama sekali, ya salah juga. Tetap kita harus selalu mencari solusi, berikhtiar untuk menyelesaikan dan meminimalisir persoalan yang ada,” terang Diky.
Ia mengakui, menyatukan berbagai pihak bukan perkara mudah. Bahkan, upaya membangun kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya pun, menurut dia, menghadapi tantangan tersendiri.
Meski demikian, kesulitan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mencari jalan keluar.
Sebab, tanpa ikhtiar mempertemukan perbedaan, persoalan berpotensi terus berulang tanpa penyelesaian.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (Hipatas) H Jahid mengatakan, kegiatan zikir dan selawat tersebut diikuti banyak jamaah, termasuk para pedagang yang menyempatkan diri beribadah di tengah aktivitas jual beli.
