Bukan lagi bertanya: “Tutug oncom itu apa?”. Tetapi: “Tutug oncom? Oh, yang dari Tasikmalaya itu, kan?”
Nah. Kalau sampai ke situ, Gekrafs bukan cuma berhasil membuat acara. Gekrafs berhasil membuat Tasikmalaya punya rasa.
Dan kalau rasa sudah menjadi identitas, tinggal satu pekerjaan lagi: Jangan sampai yang makan orang lain, yang kaya orang lain, sementara yang bikin tutug oncom masih menghitung receh di dapur.
Baca Juga:Golkar Kota Tasikmalaya: Iwan Mundur, Nurul Menguat!Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!
Itulah ekonomi kreatif. Bukan cuma kreativitas membuat produk. Tetapi kreativitas membuat produk lokal naik kelas. (red)
