Menurut Karim, hubungan antara kebijakan pemerintah dengan stabilitas ekosistem usaha menjadi salah satu hal yang harus dikawal KADIN.
“Pengusaha tidak bisa lepas daripada kebijakan pemerintah,” katanya.
Dalam Mukota V ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang OKK KADIN Jawa Barat, Fadludin Damanhuri, Asda II Pemkot Tasikmalaya, Hanafi dan lain sebagainya.
Karena itu, ia membawa target membangun Kota Tasikmalaya yang lebih ramah terhadap investasi, pengembangan industri dan penguatan sektor jasa.
Baca Juga:Asep Saepulloh Pilih No Comment soal Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Tetap JalanPleno Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Segera Dimulai! Alif Hamzah Jadi Ketua SC, Arif Hidayat Putra Pegang OC
Lima tahun ke depan pun menjadi tantangan tersendiri bagi kepengurusan baru.
Apalagi Muskot kali ini meninggalkan dua catatan sekaligus: LKPJ kepengurusan sebelumnya ditolak peserta, sementara pemilihan ketua berakhir tanpa pemungutan suara setelah salah satu kandidat tak hadir di arena.
Kini, setelah kursi ketua terisi secara aklamasi, pekerjaan Karim bukan lagi sekadar memenangkan forum.
Ia harus membuktikan bahwa KADIN benar-benar bisa menjadi rumah bersama dunia usaha—bukan sekadar panggung pergantian jabatan lima tahunan. (rezza rizaldi)
