Polemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Mulai Muncul! Fauzan Tak Lolos Verifikasi, Diduga Dijegal

dugaan penjegalan Fauzan di Mukota KADIN Kota Tasikmalaya
Bakal calon Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, H.M. Fauzan Wahyu Noor dan timnya saat memaparkan dugaan penjegalan di salah satu kafe Jalan Mashudi, Rabu sore (9/9/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Kubu Fauzan menilai persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka.

Sebab, administrasi seharusnya bekerja seperti pagar: jelas batasnya sejak awal, bukan baru dipasang setelah seseorang sudah berada di dalam halaman.

Angga juga mempertanyakan hasil verifikasi KADIN Jawa Barat.

Menurutnya, panitia tidak cukup hanya mengumumkan siapa yang lolos dan siapa yang tidak.

Dasar pemeriksaannya juga harus bisa dijelaskan.

“Mana hasil verifikasinya? Yang dicek itu apa saja? Mana bukti-buktinya?” kata Angga.

Baca Juga:Dua Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Sabtu iniUMB AI Educator Day 2026 Dorong Digitalisasi Sekolah

Ia meminta proses verifikasi dibuka secara terang, termasuk dokumen apa yang menjadi dasar seseorang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.

Menurut Angga, persoalan tersebut penting karena Mukota bukan sekadar agenda memilih ketua.

Ada hak suara, ada anggota, ada peserta, dan ada organisasi yang dipertaruhkan kredibilitasnya.

“Kalau memang ada administrasi yang tidak dipenuhi, kita terima bahwa itu tidak memenuhi persyaratan. Tetapi dalam prosesnya banyak hal yang kita rasa tidak sesuai dengan pedoman organisasi,” ujarnya.

Kubu Fauzan juga mempertanyakan proses verifikasi voter serta pihak yang terlibat dalam SC dan Organizing Committee (OC).

Mereka meminta seluruh pihak yang memiliki peran dalam penyelenggaraan Mukota juga dipastikan memenuhi ketentuan organisasi.

Angga menilai KADIN memiliki pedoman organisasi yang seharusnya menjadi pegangan bersama.

Baca Juga:Cegah Anemia Remaja Putri, Pemkot Tasikmalaya Gencarkan Aksi Bergizi di SekolahPedagang Dadaha Kota Tasikmalaya Keluhkan Sepinya Pembeli, 1.000 Paket Sembako Jadi Napas Bantuan

“Bagaimana Kota Tasikmalaya menjaga integritasnya? Bagaimana kader-kader pemuda, pengusaha muda, para pengusaha di Kota Tasikmalaya tidak diobok-obok oleh orang luar Kota Tasikmalaya?” katanya.

Menurutnya, kontestasi semestinya menjadi ruang adu gagasan dan kapasitas, bukan adu pengaruh di balik layar.

Sebab kalau aturan hanya muncul saat diperlukan untuk menggugurkan seseorang, publik wajar bertanya: ini verifikasi administrasi atau eliminasi kontestan?

Sementara itu, pihak yang dituding kubu Fauzan terkait dugaan persoalan administrasi maupun pihak yang dikaitkan dengan dugaan intervensi hingga berita ini masuk dapur redaksi belum memberikan jawaban.

Ketua Steering Committee (SC) Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya, Dr H Dodo Murtado, juga belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Ia menyampaikan sedang mengikuti Zoom.

Sebelumnya diberitakan, SC Mukota V telah menetapkan dua bakal calon sebagai peserta yang memenuhi persyaratan untuk maju dalam pemilihan Ketua KADIN Kota Tasikmalaya.

0 Komentar