Inter Milan Tumbang di Kandang Madrid, Sabatini Soroti Blunder Konyol Martinez

Josep Martínez
Josep Martínez  Foto: Tangkapan layar Instagram@josep.mtz1 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Inter Milan harus mengawali kiprahnya di Liga Champions dengan kekalahan setelah takluk 1-2 dari Real Madrid di Santiago Bernabéu.

Meski mampu tampil cukup dominan dalam sejumlah periode pertandingan, Inter harus pulang tanpa poin akibat dua kesalahan fatal yang dimanfaatkan Real Madrid untuk mencetak gol.

Jurnalis Italia, Sandro Sabatini, menyoroti kesalahan konyol yang dilakukan kiper Inter Milan, Josep Martínez.

Baca Juga:Alphadjo Cisse: Permata Baru AC Milan Andalan AmorimPalermo asuhan Pippo Inzaghi Sapu Bersih Tiga Laga, Kandidat Terkuat Promosi ke Serie A 

Menurutnya, blunder tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Nerazzurri kehilangan hasil positif di Madrid.

Pertandingan berlangsung sengit. Real Madrid membuka keunggulan melalui Kylian Mbappé setelah kombinasi kesalahan gelandang Inter, Andy Diouf, dan Yann Bisseck membuat bola jatuh ke kaki penyerang asal Prancis tersebut di sekitar kotak penalti.

Inter kemudian mampu memberikan perlawanan dan terus mengontrol permainan.

Namun, Real Madrid kembali mendapat hadiah setelah Josep Martínez melakukan kesalahan fatal ketika mencoba memainkan bola dengan kakinya di dekat garis gawang.

Federico Valverde memanfaatkan situasi tersebut untuk membawa Real Madrid kembali unggul 2-0.

Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menilai Inter sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang layak.

Namun, kesalahan sendiri membuat tim asuhan Cristian Chivu harus menerima kekalahan.

“Inter bermain, tetapi mereka menghukum diri sendiri dengan kesalahan-kesalahan mereka,” tulis Sabatini.

Baca Juga:Mbappe: Saya Jelas Lebih Menyukai Milan, Tapi Inter adalah Lawan yang Pantas DihormatiReal Madrid Vs Inter Milan, Chivu: Kami Sudah 60 Tahun Tak Pernah Menang di Santiago Bernabeu

Sabatini juga menyinggung anggapan bahwa Inter sebenarnya lebih pantas menang jika pertandingan dinilai berdasarkan permainan.

“Jika dihitung berdasarkan poin, Inter seharusnya pantas mendapatkan lebih,” tulisnya.

Namun, menurut Sabatini, konsep tersebut tidak berlaku dalam sepak bola.

“Dalam sepak bola tidak ada istilah ‘berdasarkan poin’. Itu mungkin berlaku dalam tinju. Dalam sepak bola, yang menentukan adalah gol, yang sering kali lahir dari aksi luar biasa, tetapi lebih sering lagi dari kesalahan lawan,” lanjut Sabatini.

Ia kemudian menyoroti dua kesalahan yang menjadi penyebab utama kekalahan Inter.

“Contohnya adalah hadiah dari duet Diouf-Bisseck di awal pertandingan dan kemudian dari Martínez,” paparnya.

0 Komentar