Inter Milan Tumbang di Kandang Madrid, Sabatini Soroti Blunder Konyol Martinez

Josep Martínez
Josep Martínez  Foto: Tangkapan layar Instagram@josep.mtz1 
0 Komentar

Nicolo Barella tampil cukup solid, sedangkan Andy Diouf menjadi pemain yang paling disorot karena kesalahan yang berujung pada gol pertama.

Secara keseluruhan, Sabatini menilai lini tengah Inter tampil dengan kepribadian dan keberanian.

Namun, performa tersebut tetap tidak cukup untuk membawa pulang poin dari Bernabéu.

Baca Juga:Alphadjo Cisse: Permata Baru AC Milan Andalan AmorimPalermo asuhan Pippo Inzaghi Sapu Bersih Tiga Laga, Kandidat Terkuat Promosi ke Serie A 

Di lini depan, Lautaro Martinez disebut tampil penuh semangat dan bekerja keras sepanjang pertandingan.

Marcus Thuram juga beberapa kali mencoba memberikan ancaman kepada pertahanan Madrid.

Namun, keduanya gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Chivu kemudian melakukan perubahan dari bangku cadangan dengan memasukkan trio Sučić, Zieliński, dan Bonny. Perubahan tersebut membuat Inter tetap mampu mempertahankan kontrol permainan.

Bahkan, Inter sempat tampil dominan pada sejumlah fase pertandingan. Sebaliknya, Real Madrid lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik.

Beberapa peluang tercipta dari skema tersebut, tetapi Real Madrid gagal mencetak gol ketiga.

Pada akhirnya, Inter meninggalkan Bernabéu dengan kepala tegak. Namun, dua kesalahan fatal menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Sabatini mengingatkan bahwa stadion tersebut memiliki sejarah khusus bagi Inter. Enam belas tahun lalu, Nerazzurri mengangkat trofi Liga Champions di stadion yang sama.

Baca Juga:Mbappe: Saya Jelas Lebih Menyukai Milan, Tapi Inter adalah Lawan yang Pantas DihormatiReal Madrid Vs Inter Milan, Chivu: Kami Sudah 60 Tahun Tak Pernah Menang di Santiago Bernabeu

Namun kali ini, situasinya berbeda. José Mourinho berada di bangku cadangan lawan.

“Mourinho adalah sosok yang memahami bahwa detail sangat penting untuk meraih kemenangan,” tulis Sabatini.

Menurutnya, di pertandingan level tinggi seperti Liga Champions, satu kesalahan saja bisa berakibat fatal.

“Cukup satu kesalahan untuk kalah, apalagi dua. Itulah yang dilakukan Inter dan dimanfaatkan Mbappé serta Valverde untuk membuat Nerazzurri bertekuk lutut,” pungkasnya.

0 Komentar