Alphadjo Cisse: Permata Baru AC Milan Andalan Amorim

Alphadjo Cisse
Alphadjo Cisse  Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – AC Milan akhirnya kembali mencetak gol saat menghadapi Juventus di Allianz Stadium.

Setelah melewati enam pertandingan dan 659 menit tanpa gol, Rossoneri memutus tren negatif tersebut lewat aksi pemain muda Alphadjo Cisse.

Cisse menjadi sosok yang mencuri perhatian sekaligus menunjukkan bahwa dirinya merupakan salah satu pemain paling siap mengisi posisi gelandang serang dalam skuad AC Milan saat ini.

Baca Juga:Mbappe: Saya Jelas Lebih Menyukai Milan, Tapi Inter adalah Lawan yang Pantas DihormatiReal Madrid Vs Inter Milan, Chivu: Kami Sudah 60 Tahun Tak Pernah Menang di Santiago Bernabeu

Menariknya, perjalanan Cisse menuju tim utama Milan sempat tidak berjalan mulus.

Pada era kepelatihan sebelumnya, ada pihak yang menilai pemain berusia 19 tahun itu belum siap mengenakan seragam Rossoneri.

Bahkan, beberapa pekan lalu Cisse nyaris dipinjamkan ke Torino. Namun, rencana tersebut batal setelah pelatih Ruben Amorim bersikeras mempertahankannya di dalam skuad.

Keputusan Amorim itu kini mulai terbayar maski Cisse datang dari klub kecil Catanzaro ke AC Milan.

Dalam konteks sepak bola, kedua kota tersebut seolah berada di dunia yang berbeda. Namun, perpindahan dari klub kecil ke raksasa Italia ternyata tidak menjadi masalah bagi Cisse.

Pemain yang akrab dipanggil “Alpha” oleh rekan-rekannya itu justru mampu beradaptasi dengan cepat.

Ia memiliki kombinasi talenta dan mentalitas yang dibutuhkan untuk memainkan peran penting dalam sejarah Rossoneri.

Baca Juga:Real Madrid Hadapi Inter Milan di Laga Perdana Liga Champions, Mourinho: Yang Susun Jadwal Orang ItaliaLazio ke Puncak Klasemen, Frattesi: Saya Kesal Saat Diganti

Cisse bukan sekadar pemain pelengkap. Ia menunjukkan potensi untuk menjadi aktor utama.

Pada usia 19 tahun 319 hari, Cisse tercatat sebagai pemain termuda yang mampu mencetak gol dalam dua laga tandang pertamanya bersama Milan sejak era tiga poin untuk kemenangan diterapkan pada musim 1994/1995.

Torino menjadi saksi dua momen penting dalam awal kariernya. Cisse mencetak gol saat menghadapi Torino dan kembali menemukan gol ketika Milan bertandang ke markas Juventus.

Sementara itu, Amorim memberikan kepercayaan lebih besar kepadanya dengan menjadikannya starter.

Meski baru berusia 19 tahun, Cisse dinilai lebih cepat memahami ide permainan yang diinginkan Amorim dibandingkan sejumlah rekan setimnya.

Karena itu, ia menjadi salah satu pilihan paling cocok untuk mengisi posisi gelandang serang.

Pada dua pertandingan resmi pertama musim ini melawan Torino dan Venezia, Amorim mencoba memainkan Cisse bersama Ruben Loftus-Cheek di belakang striker.

0 Komentar