Hasilnya masih belum konsisten. Loftus-Cheek kembali menunjukkan performa yang belum sepenuhnya meyakinkan dan belum memberikan determinasi yang dibutuhkan untuk membawa tim meraih hasil maksimal.
Ketika menghadapi Juventus, Amorim mencoba formula berbeda dengan memasangkan Alexis Saelemaekers dan Adrien Rabiot di area tersebut.
Namun, eksperimen itu juga belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Saelemaekers kesulitan memberikan pengaruh dalam permainan, sedangkan Rabiot mengalami kendala secara fisik sekaligus dalam membaca permainan.
Baca Juga:Mbappe: Saya Jelas Lebih Menyukai Milan, Tapi Inter adalah Lawan yang Pantas DihormatiReal Madrid Vs Inter Milan, Chivu: Kami Sudah 60 Tahun Tak Pernah Menang di Santiago Bernabeu
Ada kesan bahwa keduanya justru lebih nyaman ketika dimainkan di posisi natural masing-masing, yakni Saelemaekers sebagai pemain sayap yang aktif naik turun dan Rabiot sebagai gelandang tengah atau gelandang bertahan.
Situasi tersebut membuat Milan membutuhkan kombinasi yang lebih stabil di belakang lini depan.
Awal musim ini Christian Pulisic juga menjadi salah satu tanda tanya terbesar di lini serang Milan.
Meskipun sudah kembali sepenuhnya tersedia, pemain asal Amerika Serikat itu belum mendapatkan menit bermain di tiga pertandingan terakhir.
Amorim juga belum menurunkannya di kompetisi liga. Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian karena Pulisic merupakan salah satu pemain dalam skuad Milan yang paling mampu membuat perbedaan dari posisi gelandang serang.
Kehadiran Pulisic dibutuhkan untuk memberikan tambahan gol dan assist yang dapat membantu Milan menjalani musim dengan target tinggi.
Jika berada dalam kondisi 100 persen saat menghadapi Lazio, Pulisic diperkirakan berpeluang tampil sebagai starter dan berduet dengan Cisse.
Sementara itu, situasi Omari Hutchinson sedikit berbeda.
Baca Juga:Real Madrid Hadapi Inter Milan di Laga Perdana Liga Champions, Mourinho: Yang Susun Jadwal Orang ItaliaLazio ke Puncak Klasemen, Frattesi: Saya Kesal Saat Diganti
Hutchinson dinilai memiliki karakter permainan yang cocok dengan filosofi Amorim dan berpeluang mendapatkan kesempatan mulai pekan depan.
Ia hanya membutuhkan waktu untuk memahami ritme, timing, serta pola permainan yang diinginkan sang pelatih.
Jika mampu beradaptasi, Hutchinson bisa menjadi tambahan penting bagi Milan di posisi gelandang serang.
Hasil imbang melawan Juventus sekaligus memperlihatkan satu hal penting: Milan masih membutuhkan pasangan yang lebih mapan di posisi tersebut.
Untuk saat ini, Cisse tampaknya menjadi pemain yang paling siap mengisi salah satu tempat. Tinggal mencari siapa partner terbaiknya.
