Inter Milan Tumbang di Kandang Madrid, Sabatini Soroti Blunder Konyol Martinez

Josep Martínez
Josep Martínez  Foto: Tangkapan layar Instagram@josep.mtz1 
0 Komentar

Sabatini bahkan memberikan penilaian cukup keras terhadap Josep Martínez.

Menurutnya, sang kiper sebenarnya mampu tampil sangat baik ketika harus melakukan penyelamatan di bawah mistar, tetapi tidak perlu memaksakan diri untuk menunjukkan kemampuan bermain dengan kaki.

“Martínez sang kiper menghancurkan apa yang diciptakan Martínez sang penyerang,” ulas Sabatini dengan nada satir.

Baca Juga:Alphadjo Cisse: Permata Baru AC Milan Andalan AmorimPalermo asuhan Pippo Inzaghi Sapu Bersih Tiga Laga, Kandidat Terkuat Promosi ke Serie A 

Ia kemudian mengakui bahwa kalimat tersebut terdengar terlalu kejam. Namun, Sabatini tetap menilai kesalahan Martínez pada gol kedua tidak dapat dibenarkan.

“Kesalahan pada gol kedua tidak dapat dimaafkan karena terlalu ceroboh dan terlalu percaya diri. Kekurangan seperti itu—dengan segala hormat—tidak boleh dilakukan seorang kiper, terlebih seorang kiper Spanyol, di mana pun, apalagi di Santiago Bernabéu,” tegasnya.

Menurut Sabatini, pertandingan tersebut juga memiliki makna khusus bagi Martínez karena Bernabéu menjadi stadion tempat dirinya menjalani penampilan pertama dalam kariernya di ajang tersebut.

Martínez memang kemudian menebus kesalahannya dengan sejumlah penyelamatan gemilang. Namun, aksi tersebut datang ketika situasi sudah terlambat untuk mengubah hasil pertandingan.

“Kesan saya, dia adalah kiper yang sangat bagus di bawah mistar. Dia sama sekali tidak perlu mencoba menjadi fenomenal dengan kakinya,” ujar Sabatini.

Sabatini juga mengevaluasi lini pertahanan Inter. Ia menilai trio bek Nerazzurri sempat kehilangan konsentrasi, terutama Pavard yang tampil kurang meyakinkan pada babak pertama sebelum digantikan John Stones setelah jeda.

Masuknya Stones di lini tengah pertahanan membuat Bisseck bergeser ke sisi lapangan. Perubahan itu dilakukan setelah Bisseck melakukan kesalahan yang berujung pada gol pembuka Mbappé.

Baca Juga:Mbappe: Saya Jelas Lebih Menyukai Milan, Tapi Inter adalah Lawan yang Pantas DihormatiReal Madrid Vs Inter Milan, Chivu: Kami Sudah 60 Tahun Tak Pernah Menang di Santiago Bernabeu

Alessandro Bastoni dinilai tampil cukup baik. Ia beberapa kali menjadi pemadam serangan Real Madrid, terutama ketika harus menghadapi pergerakan Brahim Díaz.

Bastoni juga sempat memberikan ancaman ketika Inter meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua.

Di lini tengah, Carlos Augusto mendapat penilaian positif. Diouf juga tampil cukup baik, sementara Hakan Çalhanoğlu dinilai lumayan.

0 Komentar