Becak Listrik Pun Tersenyum!

Becak listrik
Stiker Presiden Prabowo dan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi menempel pada becak listrik yang diserahkan di Kompleks Brigif beberapa hari lalu. (Ist)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada yang berubah di jalan-jalan Kota Tasikmalaya. Bukan jalanannya. Masih berlubang di tempat yang sama. Bukan pula pengendaranya. Masih sama-sama buru-buru meski lampu merah belum berubah hijau.

Yang berubah adalah becaknya. Kini 220 becak listrik resmi hadir di Kota Tasikmalaya. Bantuan dari Presiden Prabowo Subianto itu diberikan kepada para pengayuh becak, terutama mereka yang sudah berusia lanjut.

Tujuannya sangat mulia: agar kaki yang sudah tidak sekuat dulu tidak perlu lagi terlalu banyak mengayuh. Becak boleh listrik. Pengayuhnya tetap manusia. Di situlah filsafatnya.

Baca Juga:Ketika Prabowo Minta KartaNU, PCNU Kota Tasik Malah Tak Kebagian Sapa!Prabowo, KDM (part9): Menyeimbangkan Gibran dan Kekuatan Politik Lain!

Teknologi memang dibuat untuk membantu manusia. Bukan untuk menggantikan manusia. Apalagi menggantikan akal sehat manusia. Tapi ada satu hal yang membuat becak-becak listrik itu tampaknya lebih cepat tersenyum daripada pemiliknya. Stikernya.

Di sebelah kiri ada gambar Presiden Prabowo Subianto. Di sebelah kanan ada gambar Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi. Keduanya mengenakan kopiah hitam dan baju koko putih.

Latar belakangnya biru langit. Becaknya pun mendadak seperti kendaraan kampanye. Padahal ini bukan kampanye. Ini bantuan. Becak pun mungkin bingung. “Ini saya mau narik penumpang atau narik suara?”

Tentu saja tidak ada yang salah dengan stiker itu. Presiden memang pemberi bantuan. Wali Kota memang menyerahkan bantuan. Foto pejabat di program pemerintah juga bukan barang haram.

Tetapi politik punya satu hukum alam yang unik: gambar sering berbicara lebih keras daripada pidato. Kalau pidato mengatakan, “Ini bantuan untuk rakyat”, gambar bisa membuat orang bertanya, “Ini bantuan atau pengenalan pasangan?”

Apalagi stikernya berdampingan. Kiri-kanan. Seperti pasangan. Padahal yang satu Presiden Republik Indonesia, yang satu Wali Kota Tasikmalaya.

Becak saja akhirnya terlihat lebih romantis daripada baliho politik. Yang menarik, bantuan becak listrik ini bukan hanya untuk Tasikmalaya. Programnya untuk pengayuh becak di berbagai daerah.

Baca Juga:Revitalisasi Sekolah Tak Dikerjakan Kontraktor, Tapi Swakelola Sekolah!RAJA PLT: Satu Hanafi, Banyak Kursi!

Namun di daerah lain, becaknya belum tentu diberi pasangan foto seperti di Kota Tasikmalaya. Maka becak Kota Tasikmalaya menjadi istimewa. Bukan karena baterainya. Karena politik visualnya.

0 Komentar