RAJA PLT: Satu Hanafi, Banyak Kursi!

Hanafi
Hanafi bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ketika satu orang berkali-kali menjadi jawaban atas kursi yang kosong Ada jabatan kosong. Cari pejabat. Belum ketemu yang definitif.

Tunjuk Plt. Kalau harus memilih nama, salah satu nama yang mudah muncul adalah: Hanafi.

Begitu kira-kira logika sederhananya. Masalahnya, kalau pola itu terlalu sering terjadi, pertanyaannya berubah.

Bukan lagi: “Mengapa Hanafi ditunjuk?”

Baca Juga:Enjang Why Not!Prabowo-KDM (Part 8): Menyiapkan Pilihan Cadangan Sebagai Aset Politik Masa Depan

Tetapi: “Mengapa selalu Hanafi?”. Di situlah cerita “Raja PLT” menjadi lebih serius.

Karena ini bukan lagi sekadar cerita tentang seorang birokrat yang rajin mendapat tugas tambahan. Ini cerita tentang bagaimana sebuah birokrasi mencari orang ketika kursinya kosong.

Ada alasan yang masuk akal mengapa Hanafi mudah dipercaya. Ia sudah pernah berada di banyak ruang. BPKAD pernah.

DPMPTSP pernah. Kominfo pernah. Lingkungan Hidup pernah menjadi tempatnya menjalankan tugas sebagai Plt.

BPBD juga pernah. Asda II pernah ia jalankan sebagai Plt.

Bahkan ruang Sekda pernah disentuhnya melalui posisi Plh. Artinya, ketika ada ruang kosong, Hanafi bukan orang yang harus belajar dari nol. Ia sudah tahu peta. Tahu birokrasi. Tahu pejabat. Tahu prosedur.

Dan terutama, tahu bagaimana dokumen pemerintah bergerak. Bagi kepala daerah, itu sangat praktis. Daripada mencari orang baru yang membutuhkan waktu untuk memahami mesin, lebih mudah menunjuk orang yang sudah tahu letak tuasnya.

Dalam birokrasi, kemampuan seperti itu mahal. Tetapi justru di sinilah masalah berikutnya muncul. Kalau satu orang terus menjadi “pemadam kebakaran”, lalu siapa yang sedang dipersiapkan menjadi pemilik gedung?.

Baca Juga:Prabowo, KDM (part 6): Merangkul untuk Mengendalikan!Bambu Apus Bercerita

PLT itu menguntungkan siapa? Jawabannya bisa tiga pihak. Pertama, pemerintah. Kursi kosong tidak boleh membuat pelayanan berhenti.

Ketika seorang kepala OPD pensiun atau pindah, organisasi membutuhkan seseorang yang bisa langsung bekerja. Hanafi memenuhi kebutuhan itu.

Kedua, pejabat yang ditunjuk. PLT memberi pengalaman tambahan. Ia mendapat kesempatan melihat bidang yang mungkin sebelumnya tidak menjadi wilayah kerjanya.

Portofolionya bertambah. Pengalamannya bertambah. Jaringannya bertambah. Dan tentu saja, namanya semakin dikenal sebagai pejabat yang bisa ditempatkan di mana saja.

0 Komentar