TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada angka yang kadang lebih berbahaya daripada nama. Di politik, angka bisa menjadi janji. Bisa menjadi umpan. Bisa juga menjadi jalan menuju kursi kekuasaan.
PPP Kota Tasikmalaya kini punya angka itu: 15. Bukan 10. Bukan 12. Bukan sekadar mempertahankan kursi yang ada.
Ketua DPW PPP Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum memasang target tinggi: 15 kursi DPRD Kota Tasikmalaya pada Pemilu 2029.
Baca Juga:Prabowo, KDM (part8): Menyiapkan Pilihan Cadangan Sebagai Aset Politik Masa DepanPrabowo, KDM (part 6): Merangkul untuk Mengendalikan!
Tetapi ada yang menarik di balik angka 15 itu. Uu sekaligus memberikan semacam iming-iming politik.
Jika target tersebut benar-benar tercapai, Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya akan diprioritaskan dan diberi mandat untuk maju sebagai calon Wali Kota Tasikmalaya.
Nama yang sekarang berada di depan pintu itu tentu saja: Enjang Bilawini. Jadi, 15 kursi bukan sekadar target pileg. Ia seperti tiket.Atau lebih tepatnya: tiket yang baru dicetak kalau mesin partai berhasil bekerja.
Sinyal itu disampaikan Uu ketika Musyawarah Cabang Pengurus Anak Cabang (PAC) DPC PPP se-Kota Tasikmalaya.
Acara tersebut memang bernama musyawarah. Tetapi yang dibicarakan bukan hanya struktur. Ada 2029 di dalamnya. Ada kursi DPRD. Ada Pilwalkot.
Dan tentu saja ada siapa yang akan didorong. Uu tampaknya memahami satu hal: calon wali kota tidak bisa lahir hanya dari rapat pengurus.
Ia harus lahir dari mesin politik yang bekerja. Karena itu Uu tidak ingin PPP mempunyai struktur yang hanya bagus di atas kertas.
Baca Juga:Bambu Apus BerceritaPrabowo, KDM (part 5): Sandi Yudha sebagai Strategi Politik!
“Apalah artinya kertas yang ditandatangani oleh saya selaku ketua di PW dan memberikan SK kepada PAC, tetapi tidak memiliki legitimasi di masyarakat,” ujar Uu kepada Radar.
Sebab dalam politik, SK memang bisa mengangkat seseorang menjadi pengurus.Tetapi SK tidak otomatis membuat masyarakat memilih.
Masyarakat tidak pernah mencoblos SK. Mereka mencoblos orang. Mencoblos kepercayaan. Mencoblos nama yang mereka kenal.
Dan kadang-kadang mencoblos karena orang itu mampu berbicara dengan bahasa yang mereka mengerti.
Maka target 15 kursi itu sebenarnya bukan hanya pekerjaan calon anggota legislatif.Itu pekerjaan PAC. Pekerjaan ranting. Pekerjaan caleg. Pekerjaan tokoh. Dan pekerjaan seluruh jaringan PPP.
