Bambu Apus Bercerita

H amir Mahpud
H. Amir Mahpud.
0 Komentar

JAKARTA, RADARTASIK.ID – Saya kembali menginjakkan kaki di Bambu Apus. Jakarta. Tidak ada agenda resmi. Tidak ada seremonial. Tidak ada rapat serius.

Saya hanya memenuhi undangan silaturahmi. Tujuannya sederhana: bertemu Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, H. Amir Mahpud. Orang Tasikmalaya lebih akrab memanggilnya H. Aming.

Saya datang sendirian. Begitu tiba, saya dipersilakan duduk di pendopo. Angin pagi berembus pelan. Musik jazz mengalun lirih. Secangkir kopi americano sudah tersedia di meja. Di sampingnya ada roti Tjilaki khas Bandung yang masih hangat.

Baca Juga:Prabowo, KDM (part 5): Sandi Yudha sebagai Strategi Politik!Prabowo, KDM (part 4): Menurunnya Jarak Elektoral!

Suasananya jauh dari kesan rumah seorang politikus. Namun, justru dari tempat itulah banyak percakapan politik lahir.

Kini saya memahami mengapa banyak orang menyebut Bambu Apus sebagai salah satu episentrum percakapan politik. Bukan hanya untuk Jawa Barat, tetapi juga sering menjadi titik temu berbagai tokoh nasional.

Pengusaha datang. Akademisi datang. Politisi datang. Tokoh Agama datang. Mereka tidak selalu datang untuk berpolitik. Kadang hanya berdiskusi. Topiknya pun tidak selalu soal pemilu.

Hari itu pembicaraan kami melompat-lompat. Dari ekonomi nasional. Kondisi sosial masyarakat. Kebijakan pemerintahan. Sampai membaca arah politik nasional, regional, lalu akhirnya Tasikmalaya.

Saya lebih banyak bertanya. H Amir lebih banyak menjelaskan. Yang membuat saya terkejut justru bukan jawabannya.

Melainkan cara ia menjawab. Saya mengenal H. Amir sudah cukup lama. Tetapi kali ini saya melihat sosok yang berbeda. Badannya jauh lebih kurus. Namun cara berpikirnya justru terasa semakin matang.

Setiap kebijakan dianalisis secara rasional. Tidak emosional. Tidak terburu-buru. Bahkan setiap angka, setiap keputusan, setiap dampak selalu dijelaskan dengan cukup rinci.

Baca Juga:Gudang Rongsok Mobil di Sambong PLN Kota Tasikmalaya TerbakarPrabowo, KDM (Part 3): Kebutuhan Masyarakat akan Pemimpin yang Terlihat Bekerja!

Seolah ia sedang menyusun puzzle besar bernama pemerintahan. Sebelum duduk di pendopo, saya sempat bertemu dengannya di sekitar kompleks rumah.

Ia baru selesai berjalan kaki. “Biasa, olahraga,” katanya sambil tersenyum.

Ia mengaku kini rutin berjalan santai bersama istrinya, Hj. Tine Yulianti.

Minimal dua kali dalam seminggu. Jaraknya bukan main-main. Empat belas kilometer.

“Sekarang karena ada Anda, jadi cukup tujuh kilometer saja,” ujarnya sambil tertawa.

0 Komentar