Ketika Prabowo Minta KartaNU, PCNU Kota Tasik Malah Tak Kebagian Sapa!

NU Kota Tasikmalaya
Gambar ilustrasi: AI
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada pelajaran sederhana dari pesantren: adab kadang lebih mahal daripada ongkos perjalanan. Ongkos bisa dicari. Bus bisa disewa. Konsumsi bisa dipesan. Tiket bisa dibeli.

Tetapi kalau salam tidak berbalas, itu urusannya bisa sampai ke hati. Itulah yang tampaknya yang menjadi cerita terjadi saat keberangkatan rombongan PCNU Kota Tasikmalaya menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang. Beberapa waktu lalu.

Lebih dari seratus Nahdliyin berangkat. Ada dua bus. Ada kendaraan pribadi. Semangatnya besar. Tujuannya jelas: Jombang. Yang sedikit tidak jelas justru: siapa yang melepas.

Baca Juga:Prabowo, KDM (part9): Menyeimbangkan Gibran dan Kekuatan Politik Lain!Revitalisasi Sekolah Tak Dikerjakan Kontraktor, Tapi Swakelola Sekolah!

Sebenarnya PCNU Kota Tasikmalaya tidak meminta uang. Ini penting. Sebab kalau meminta uang, persoalannya menjadi sederhana: ada atau tidak ada anggaran.

Tetapi yang diminta bukan itu. Mereka hanya ingin wali kota Tasikmalaya Viman Alfarizi hadir. Menyapa. Bersalaman. Mungkin mengucapkan satu kalimat sederhana: “Selamat jalan. Hati-hati di jalan.” Selesai.

Tidak perlu sambutan 45 menit. Tidak perlu tumpeng tujuh tingkat. Tidak perlu panggung. Tidak perlu spanduk yang mencantumkan nama wali kota lebih besar daripada nama acaranya.

Cukup hadir. Tetapi konon komunikasi melalui beberapa saluran, termasuk WhatsApp, tidak mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan.

Nah, di zaman digital ini memang ada persoalan baru dalam hubungan manusia. Dulu orang tidak membalas surat. Sekarang orang tidak membalas WhatsApp.

Dulu surat yang tidak dibalas masih bisa disimpan di laci. WhatsApp yang tidak dibalas bisa dilihat setiap hari. Centang dua itu kadang lebih menyakitkan daripada surat yang hilang. Sebab centang dua berarti pesan sudah sampai. Hanya jawabannya yang belum tentu.

Yang membuat persoalan ini menarik adalah waktunya. Hampir bersamaan, Presiden Prabowo Subianto justru datang ke Muktamar NU di Jombang.

Baca Juga:RAJA PLT: Satu Hanafi, Banyak Kursi!Enjang Why Not!

Bahkan Prabowo menerima KartaNU. Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama. Berlaku seumur hidup pula. Ini luar biasa. Presiden mendapatkan kartu. NU mendapatkan presiden. Sama-sama dapat.

Sementara di Kota Tasikmalaya, NU hanya berharap mendapatkan sapaan dari wali kota. Ironinya di situlah. Di tingkat nasional, kartu anggota bisa menjadi simbol kedekatan.

0 Komentar